Perry juga menegaskan Bank Indonesia siap mengambil langkah lanjutan guna memperkuat rupiah apabila diperlukan.
Selain itu, BI disebut belajar dari pengalaman krisis 1997–1998 ketika fokus besar terhadap stabilisasi rupiah justru memperketat likuiditas dan memperburuk kondisi ekonomi.
Baca Juga: Ria Norsan Rombak 206 Pejabat Pemprov Kalbar, Kinerja Buruk Terancam Dicopot
"Kami tidak mau itu, makanya beli SBN ke pasar sekunder. Ini sekaligus upaya agar tidak kekeringan likuiditas, dan bagian ini untuk menarik inflow," tegas Perry.
Dengan fundamental ekonomi yang dinilai masih kuat serta tekanan musiman yang diperkirakan mereda, pemerintah dan BI optimistis rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat.***
Artikel Terkait
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Tunjukkan Tren Penguatan Pada Mei - Juni 2025
Gerakan Seribu Rupiah Dedi Mulyadi Tuai Sorotan, Publik Sebut APBD Jabar Kan Sudah Rp31 Triliun
Ribuan Perusahaan Siap Terima Peserta Magang, Pemerintah Gelontorkan Triliunan Rupiah
Dony Oskaria: Dunia Usaha Tak Cemas Soal Redenominasi Rupiah
Gejolak Pasar Global Menguat, Menkeu Pastikan Rupiah Masih Stabil
Bawa Uang Rupiah dan ID Palsu, 3 WNI Digelandang Polisi Arab Saudi