Gejolak Pasar Global Menguat, Menkeu Pastikan Rupiah Masih Stabil

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 10 Maret 2026 | 23:39 WIB
Menkeu beberkan strategi pemerintah jaga stabilitas nilai tukar rupiah.  (Dok. Istimewa )
Menkeu beberkan strategi pemerintah jaga stabilitas nilai tukar rupiah. (Dok. Istimewa )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya fondasi ekonomi yang kuat sebagai kunci menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta pada Selasa (10/3/2026). Stabilitas rupiah, jelasnya, akan lebih mudah dipertahankan selama kondisi fundamental ekonomi nasional berada dalam keadaan sehat.

“Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih mudah dibandingkan jika kondisi ekonomi sedang tidak baik,” ujarnya.

Baca Juga: Heboh Serangan Petasan OTK di Pasar Rebo, 3 Toko Diduga Jual Obat Keras Jadi Sasaran

Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan likuiditas di sektor keuangan agar tetap memadai serta pemantauan ketat terhadap pergerakan nilai tukar di pasar.

Sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia dinilai menjadi faktor penting dalam meredam dampak gejolak pasar global terhadap perekonomian nasional.

“Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi baik, likuiditas di sistem cukup, dan BI memonitor kondisi nilai tukar, maka kerja sama yang baik antara pemerintah dan BI sangat penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Jika koordinasi seperti ini terjaga, gejolak pasar global tidak akan terlalu sulit dikendalikan,” kata Purbaya.

Di sisi lain, ia juga menanggapi kekhawatiran mengenai kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memengaruhi anggaran subsidi energi pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga: Infrastruktur Rusak Akibat Bencana, TNI AD Turun Tangan Bangun Puluhan Jembatan

Purbaya menilai kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menyerap lonjakan harga energi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kita masih aman, masih kuat. Kenaikan ini baru terjadi beberapa hari. Subsidi energi dihitung untuk satu tahun penuh, dengan asumsi rata-rata harga sekitar 70. Jadi kenaikan beberapa hari ini belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Kita masih bisa menyerapnya,” ujarnya.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global sambil menjaga koordinasi dengan otoritas moneter agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X