Smelter Belum Ngebut, Laba Amman Mineral (AMMN) Anjlok Tajam, Rugi USD175 Juta di 2025!

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:43 WIB
Beginilah aktivitas penambangan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (Dok. AMMN)
Beginilah aktivitas penambangan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (Dok. AMMN)

Menuju Produksi Besar 2026

Perusahaan menargetkan penyelesaian Studi Kelayakan Tambang Elang pada 2025, yang akan memanfaatkan infrastruktur Batu Hijau dan Gresik.

Elang diproyeksikan menjadi tambang tembaga–emas besar berikutnya di Indonesia.

Baca Juga: Pencemaran di Raja Ampat, KLHK Temukan Tambang Tanpa Dokumen Lingkungan, Catat Ini Nama Perusahannya

AMMN juga menyoroti kenaikan tarif royalti sejak April 2025, dengan tarif baru 7–10% untuk konsentrat tembaga, 4–7% katoda tembaga, 3,75–7,5% emas, dan 5% perak.

Untuk 2026, AMMN menargetkan produksi 900 ribu ton konsentrat berisi 485 juta pon tembaga dan 579 ribu ons emas, dengan smelter beroperasi stabil pada paruh pertama tahun.

“Kami memperkirakan proses perbaikan smelter selesai semester I 2026 dan seluruh fasilitas dapat beroperasi stabil. Setelah itu, fokus kami adalah efisiensi dan penguatan arus kas,” kata Arief.

Kinerja sembilan bulan 2025 mencerminkan transisi besar AMMN dari eksportir bahan mentah menjadi produsen tembaga olahan nasional.

Meski pendapatan anjlok, fondasi keuangan dan kemajuan proyek hilirisasi menunjukkan arah transformasi yang konsisten. Kuartal IV 2025 akan menjadi fase krusial menuju pemulihan margin pada 2026. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X