Presiden Prabowo Tegas! Kerugian Negara Rp300 Triliun akibat Tambang Ilegal Harus Dihentikan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 11:44 WIB
Prabowo Subianto menegaskan penegakan hukum tanpa pandang bulu dalam kasus tambang ilegal yang rugikan negara Rp300 triliun. (Tim Media Prabowo)
Prabowo Subianto menegaskan penegakan hukum tanpa pandang bulu dalam kasus tambang ilegal yang rugikan negara Rp300 triliun. (Tim Media Prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANGKA BELITUNG -- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas praktik tambang ilegal dan penyelundupan sumber daya alam yang telah menyebabkan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (6/10/2025), Prabowo menyaksikan secara langsung penyerahan aset rampasan negara dari sejumlah perusahaan yang terbukti melakukan penambangan tanpa izin di kawasan PT Timah Tbk.

Baca Juga: Prabowo Saksikan Penyitaan Enam Smelter Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp300 Triliun

“Pagi ini saya ke Bangka untuk menyaksikan penyerahan rampasan negara dari perusahaan-perusahaan swasta yang melanggar hukum. Ini tambang tanpa izin di kawasan PT Timah,” ujar Prabowo.

Menurutnya, hasil penindakan aparat penegak hukum berhasil mengamankan enam smelter ilegal beserta tumpukan tanah jarang (rare earth) dan ingot timah bernilai besar.

Total nilai aset yang disita mencapai Rp6 hingga Rp7 triliun, sementara potensi kerugian negara akibat aktivitas ilegal tersebut ditaksir mencapai Rp300 triliun.

“Kita bisa bayangkan kerugian negara dari enam perusahaan ini saja mencapai Rp300 triliun. Kerugian negara sebesar itu harus segera dihentikan,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Waspada! Emas UBS Tiruan Ramai di Pasaran, Begini Cara Bedakannya

Presiden juga menyampaikan apresiasinya kepada aparat penegak hukum dan lembaga terkait, seperti Kejaksaan Agung, TNI, Bakamla, dan Bea Cukai, yang telah bergerak cepat mengamankan aset negara.

“Saya berterima kasih kepada seluruh aparat — Panglima TNI, Angkatan Laut, Bakamla, Bea Cukai — yang telah bertindak cepat sehingga aset-aset negara bisa diselamatkan. Ke depan, ratusan triliun rupiah ini akan kita kembalikan untuk kesejahteraan rakyat,” tutupnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X