BSI Catat Laba Rp5,56 Triliun, Ekuitas Melesat di 2025 Berkat Strategi Dana Mudharabah, Ini Rahasia Lain-nya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:07 WIB
Suasana pelayanan di Bank BSI. (Dok. BSI )
Suasana pelayanan di Bank BSI. (Dok. BSI )

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025.

Bank hasil merger tiga bank syariah BUMN ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp5,56 triliun hingga 30 September 2025, tumbuh 9,01 persen dibandingkan Rp5,10 triliun pada periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Ferry Latuhihin Bongkar Perbedaan Data Kemiskinan RI, Mengapa Data Bank Dunia dan BPS Berbeda?

Kenaikan laba tersebut didorong oleh meningkatnya pendapatan dari pengelolaan dana berbasis prinsip mudharabah, disertai pertumbuhan aset dan efisiensi pembiayaan yang semakin baik.

Ekspansi di berbagai segmen bisnis turut memperkuat pendapatan utama bank.

Pendapatan pengelolaan dana mudharib dari aktivitas jual beli naik menjadi Rp10,94 triliun, dari sebelumnya Rp9,87 triliun pada September 2024.

Sementara itu, hak bagi hasil milik bank meningkat menjadi Rp14,14 triliun, naik dari Rp12,63 triliun setahun sebelumnya.

Adapun hak pihak ketiga atas bagi hasil mencapai Rp6,89 triliun, sedikit naik dibanding Rp5,83 triliun pada periode yang sama tahun lalu—menunjukkan peningkatan efisiensi dalam distribusi imbal hasil kepada nasabah.

Dari sisi beban usaha, terjadi kenaikan menjadi Rp9,68 triliun dari Rp8,09 triliun tahun lalu.

Baca Juga: Bobol Rekening Rp2,22 Miliar Demi Trading Kripto, Analis Kredit Bank Ditangkap!

Lonjakan ini termasuk pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif dan nonproduktif sebesar Rp1,87 triliun sebagai langkah mitigasi risiko kredit.

Dengan strategi kehati-hatian tersebut, laba usaha BSI berhasil menembus Rp7,38 triliun, meningkat dari Rp6,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba per saham dasar dan dilusian pun naik menjadi Rp120,72 dari Rp110,72 per saham.

Dari sisi neraca, total aset BSI hingga akhir September 2025 mencapai Rp416,56 triliun, naik dibanding Rp408,61 triliun pada akhir 2024.

Pembiayaan bersih setelah cadangan kerugian penurunan nilai juga tumbuh menjadi Rp128,97 triliun dari Rp111,88 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X