Banjir dan Jalan Berlubang di Teluk Lais Picu Kemacetan Panjang di Trans Kalimantan, Sopir Keluhkan Kondisi Jalan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 6 Maret 2025 | 08:31 WIB
Jalan Trans Kalimantan di kawasan Desa Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalbar, yang macet akibat banjir dan jalan berlobang, Kamis, 6 Maret 2025. (Pontianak Globe/Steve Vantax)
Jalan Trans Kalimantan di kawasan Desa Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalbar, yang macet akibat banjir dan jalan berlobang, Kamis, 6 Maret 2025. (Pontianak Globe/Steve Vantax)

PONTIANAKGLOBE.COM, SEI AMBAWANG, KUBU RAYA -- Kondisi hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Salah satu kawasan yang terdampak parah adalah batas Desa Pancaroba dan desa pemekaran Kuala Bakung, khususnya di Dusun Tapah dan Dusun Teluk Lais.

Baca Juga: Waspada Penipuan! Begini Cara Blokir Nomor WhatsApp Tak Dikenal

Selain genangan air, kondisi jalan yang berlubang semakin memperburuk situasi, menyebabkan kemacetan panjang di ruas Jalan Trans Kalimantan.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat yang harus melintasi jalanan tergenang air.

Para pengendara terpaksa ekstra hati-hati untuk menghindari lubang yang tertutup air, sementara truk dan kendaraan besar yang melintas justru memperparah kerusakan jalan.

Baca Juga: Tak Ingin Status WhatsApp Kamu Dilihat Semua Orang? Ini 2 Cara Ampuh Menyembunyikannya

Keluhan Sopir yang Terjebak Kemacetan

Para sopir yang terjebak kemacetan mengeluhkan kondisi jalan yang semakin memburuk.

Rahmat (42), sopir truk pengangkut bahan bangunan, mengaku harus kehilangan banyak waktu akibat kemacetan yang terjadi.

"Biasanya perjalanan dari Pontianak ke Tayan cuma dua jam, sekarang bisa lebih dari empat jam karena harus antre dan cari jalan yang aman dari lubang. Kalau hujan deras begini, kita nggak bisa lihat lubang, jadi sangat berbahaya," keluhnya.

Hal senada disampaikan Sutrisno (50), sopir bus antarprovinsi, yang harus berulang kali menghentikan laju kendaraannya demi menghindari lubang yang tertutup air.

Baca Juga: WhatsApp Rilis Fitur Transkrip Voice Note, Begini Cara Menggunakannya!

"Ini bukan cuma soal macet, tapi juga keselamatan. Banyak kendaraan kecil mogok atau bahkan nyaris terperosok ke lubang. Kalau begini terus, kendaraan bisa cepat rusak," katanya.

Tokoh pemuda setempat, Herkulanus Agus, SH, mendesak pemerintah segera mengambil tindakan untuk menangani kondisi ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X