Presiden Jokowi Resmikan Injeksi Bauksit Perdana di Smelter Alumina PT BAI Mempawah Kalbar, Dorong Hilirisasi Mineral

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 24 September 2024 | 19:02 WIB
Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Pemerintah Terhadap Hilirisasi Dalam Upaya Mendorong Nilai Tambah Bagi Ekonomi Indonesia. (BPMI Setpres)
Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Pemerintah Terhadap Hilirisasi Dalam Upaya Mendorong Nilai Tambah Bagi Ekonomi Indonesia. (BPMI Setpres)

PONTIANAKGLOBE.COM, MEMPAWAH -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meresmikan peluncuran perdana Injeksi Bauksit Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) PT. BAI di Desa Bukit Batu, Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada 24 September 2024.

Dalam acara tersebut, hadir sejumlah pejabat tinggi seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan sejumlah tokoh dari berbagai instansi.

Baca Juga: Guido Ungkap Keanehan saat Syuting Video Klip Nyeker ke Hutan Belantara, Tidak Terluka Sedikit pun

Direktur Utama Mind ID, Hendi Priyo Santoso, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam mewujudkan pengoperasian injeksi bauksit ini.

Ia menekankan bahwa Mind ID telah berhasil mengintegrasikan produksi mineral dari hulu ke hilir, dari alumina hingga aluminium.

Pada fase pertama, Mind ID telah memproduksi 11 juta ton alumina, dan berencana meningkatkan produksi hingga 11.000 juta ton.

Dukungan pemerintah diharapkan dalam hal pembebasan lahan dan infrastruktur lainnya.

Erick Thohir menambahkan, proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan hilirisasi berjalan dengan baik, seperti yang telah dilakukan di Sumbawa dan Gresik.

Baca Juga: Lirik dan Terjemahan Lagu ‘Ro Jo Hamu’, Terdengar Jeritan Ratap Ibu dan Anak-anak

Menurutnya, langkah ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya menghentikan ekspor bahan mentah.

Sejak masa VOC, Indonesia telah mengekspor berbagai komoditas, tetapi negara-negara pengimpor justru yang berkembang.

Ia menjelaskan bahwa hilirisasi nikel yang dimulai sejak 2020 telah meningkatkan pendapatan negara secara signifikan, dari sebelumnya hanya 1,4-2 miliar dolar menjadi 38 miliar dolar.

Jokowi berharap hilirisasi bauksit juga akan membawa manfaat serupa, mengurangi ketergantungan impor, dan menghemat devisa negara hingga 50 triliun rupiah. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BPMI Setpres

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X