Industri CPO dan Alumina Bauksit Kalbar Sumbang Pertumbuhan Kinerja Pengolahan Sepanjang Kuartal III/2022.

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Jumat, 27 Januari 2023 | 07:32 WIB
Tandan kelapa sawit yang akan diolah sebagai CPO (Sumber foto: Dinas Perkebunan Kalimantan Timur)
Tandan kelapa sawit yang akan diolah sebagai CPO (Sumber foto: Dinas Perkebunan Kalimantan Timur)

PONTIANAKGLOBE -- Dua sektor industri di Kalimantan Barat menyumbang pertumbuhan kinerja lapangan usaha dari sisi industri pengolahan yakni pengolahan Crude Palm Oil (CPO), produksi alumina bauksit

Bank Indonesia mencatatkan dari pengolahan CPO terjadi perbaikan kinerja yang tumbuh 40,05% year on year (y-o-y) pada kuartal III/2022 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 12,42%.

Peningkatan volume produksi tersebut seiring dengan implemntasi kebijakan flush out dan penghapusan pungutan ekspor CPO menjadi Rp0 atau tidak ada nominal rupiah yang mendorong normalisasi stok produsen CPO.

Padahal, industri CPO sedang mengalami peningkatan kesediaan bahan baku TBS sebagai dampak aktivitas pemupukan pada tahun ini secara optimal dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kinerja lapangan usaha dari produksi alumnia bauksit karena mulai beroperasinya refinery tahap kedua PT Well Harvest Winning (WHW) dan harga komoditas alumina yang relatif tinggi sepanjang 2022.

"Dampaknya volume ekspor alumina Kalbar tercatat 5552.120 ton atau tumbuh 139,98 meningkat dari kuartal II/2022 yang tumbuh 97,50%," papar Bank Indonesia dikutip Pontianak Globe, Jumat (27 Januari 2023).

Selain itu, perbaikan kinerja industri pengolahan tercermin dari peningkatan likert scale liaison kapasitas utilisasi pabrik perusahaan pengolahan di Kalbar dan peningkatan pertumbuhan KWh listrik industri dari 2,17% pada akhir kuartal II/2022 menjadi 7,69%.

Terakhir dari kinerja industri pengolahan karet yang berbanding terbalik dengan kedua sektor di atas sebelumnya. Pengolahan karet masih sulit tumbuh karena kesulitan memperoleh bahan baku di tengah produktivitas karet alam, kemarau basah dan konversi lahan karet.

Bank Indonesia mencatatkan volume produksi minus 24,91% pada kuartal III/2022 dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar minus 19,42%.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Sumber: Bank Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X