Lirik dan Terjemahan Lagu ‘Ro Jo Hamu’, Terdengar Jeritan Ratap Ibu dan Anak-anak

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 24 September 2024 | 18:43 WIB
 Musisi aliran punk, Guido Virdaus Hutagalung  di tengah warga di kampung Sihaporas Aek Batu, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun,  Sumatera Utara. (Dok. Pontianak Globe)
Musisi aliran punk, Guido Virdaus Hutagalung di tengah warga di kampung Sihaporas Aek Batu, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PEMATANGSIANTAR -- Musisi aliran punk, Guido Virdaus Hutagalung sudah sangat terkenal di kawasan Danau Toba, dan secara umum Sumatera Utara. Maklum, vokalis band Punxgoaran ini telah meluncurkan banyak karya.

“Sayur Kol”, lagu jenaka yang viral se-Indonesia tahun 2018, melambungkan Guido dan Band Punxgoaran.

Baca Juga: Mewaspadai Sesar Garsela, Patahan Aktif yang Membayangi Wilayah Bandung HINGGA Garut di Jabar, Pelajari 6 Langkah Mitigasi Berikut Ini

Menyusul lagu “Halak Hita”, “Rongkap Rundut”, “Mangan Modom”, “Salang-salang”, “Tubis BPK”. Lagu terbaru berjudul Ro Jo Hamu, diluncurkan Guido melalui akun YouTube sesuai namnya, Minggu, 22 September 2024.

Pada awal instrumen mulai mengalun, terdengar sayup-sayup ucapan lirih seorang perempuan.

Ia berkata, “Dalam hati saya yang paling dalam, saya bertekad, saya tidak akan mundur sejengkal pun dari tanah (adat) perjuangan ini. Kalaupun saya mati nanti, biarlah mati demi tanah (adat) perjuangan ini, kalau memang tidak ada perhatian pemerintah sama kami.”

Setelah bait-baik lagu khas tenor dilantunkan Guido, saat interlude atau intro, di tengah lagu, suara si perempuan kembali muncul, “Yang ditangkap itu, nggak pernah lari dari Sihaporas ini. Pigi berladang, pulang, malam tidur di sini. Kenapa (polisi dan security PT TPL) harus menangkap dini hari, subuh. Kenapa harus saat tidur orang itu ditangkap. Kami bukan teroris. kami ini rakyat kecil yang menuntut hak, tanah nenek moyang kami yang diwariskan leluhur).


Berikut lirik dan terjeman Ro Jo Hamu yang dinyanyikan Guido Hutagalung.

Tung manang di dia pe hamu
(Saudara ku yang tersebar di seluruh dunia)
Na targoar anak ni bangsonta
(Suadara sebangsa, bertumpah darah yang sama)

Bangso na balga jalan tarpasu-pasu
(Bangsa besar yang terberkati)
Na sian najolo sai manogu-nogu
(Bangsa yang sejak dulu dikenal sebagai pemimpin yang menuntun)

Reff:
On suara nami sian huta
(Dengarkanlah seruan kami yang tinggal di kampung halaman)
Anggukni dakdanak ro di na matua
(Jeritan ratap anak kecil hingga orang tua)
Hatahutan roha nami mar suara
(Dalam bentuk seruan ketakutan)
Tatap hami na gale na so margogo on
(Wahai bangsa ku, lihatlah kami yang lemah dan tak berdaya)

Ro jo hamu
(Datanglah)
Dongani langka nami soada gogo nami
(Dampingi langkah kami dalam kelemahan kami)

Ro jo hamu
(Datanglah)
Urupi togu hami unang pasombu hami
(Ulurkan tanganmu, jangan biarkan kami sendirian)

Ro jo hamu
(Datanglah)
Togari roha nami asa marbisuk hami, paune tano on
(Tegarkan/kuatkanlah kami untuk terus menyatu menjaga kelestarian tanah leluhur kita)

Kembali ke reff

Ro jo hamu
(Datanglah)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Ro ma jo hamu
(Datanglah)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Asa mar alus angguk nami on
(Agar terjawab jeritan ratap kami)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X