PONTIANAKGLOBE.COM, PEMATANGSIANTAR -- Musisi aliran punk, Guido Virdaus Hutagalung sudah sangat terkenal di kawasan Danau Toba, dan secara umum Sumatera Utara. Maklum, vokalis band Punxgoaran ini telah meluncurkan banyak karya.
“Sayur Kol”, lagu jenaka yang viral se-Indonesia tahun 2018, melambungkan Guido dan Band Punxgoaran.
Menyusul lagu “Halak Hita”, “Rongkap Rundut”, “Mangan Modom”, “Salang-salang”, “Tubis BPK”. Lagu terbaru berjudul Ro Jo Hamu, diluncurkan Guido melalui akun YouTube sesuai namnya, Minggu, 22 September 2024.
Pada awal instrumen mulai mengalun, terdengar sayup-sayup ucapan lirih seorang perempuan.
Ia berkata, “Dalam hati saya yang paling dalam, saya bertekad, saya tidak akan mundur sejengkal pun dari tanah (adat) perjuangan ini. Kalaupun saya mati nanti, biarlah mati demi tanah (adat) perjuangan ini, kalau memang tidak ada perhatian pemerintah sama kami.”
Setelah bait-baik lagu khas tenor dilantunkan Guido, saat interlude atau intro, di tengah lagu, suara si perempuan kembali muncul, “Yang ditangkap itu, nggak pernah lari dari Sihaporas ini. Pigi berladang, pulang, malam tidur di sini. Kenapa (polisi dan security PT TPL) harus menangkap dini hari, subuh. Kenapa harus saat tidur orang itu ditangkap. Kami bukan teroris. kami ini rakyat kecil yang menuntut hak, tanah nenek moyang kami yang diwariskan leluhur).
Berikut lirik dan terjeman Ro Jo Hamu yang dinyanyikan Guido Hutagalung.
Tung manang di dia pe hamu
(Saudara ku yang tersebar di seluruh dunia)
Na targoar anak ni bangsonta
(Suadara sebangsa, bertumpah darah yang sama)
Bangso na balga jalan tarpasu-pasu
(Bangsa besar yang terberkati)
Na sian najolo sai manogu-nogu
(Bangsa yang sejak dulu dikenal sebagai pemimpin yang menuntun)
Reff:
On suara nami sian huta
(Dengarkanlah seruan kami yang tinggal di kampung halaman)
Anggukni dakdanak ro di na matua
(Jeritan ratap anak kecil hingga orang tua)
Hatahutan roha nami mar suara
(Dalam bentuk seruan ketakutan)
Tatap hami na gale na so margogo on
(Wahai bangsa ku, lihatlah kami yang lemah dan tak berdaya)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Dongani langka nami soada gogo nami
(Dampingi langkah kami dalam kelemahan kami)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Urupi togu hami unang pasombu hami
(Ulurkan tanganmu, jangan biarkan kami sendirian)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Togari roha nami asa marbisuk hami, paune tano on
(Tegarkan/kuatkanlah kami untuk terus menyatu menjaga kelestarian tanah leluhur kita)
Kembali ke reff
Ro jo hamu
(Datanglah)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Ro ma jo hamu
(Datanglah)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Asa mar alus angguk nami on
(Agar terjawab jeritan ratap kami)
Artikel Terkait
Sudah Tahu Sejarah Tari TorTor Asal Sumatera Utara ? Ada Sejak Zaman Batak Purba Sebagai Tari Persembahan
Terima Dukungan Masyarakat Batak, TKN: Prabowo-Gibran Lakukan Lompatan Besar Menuju Indonesia Maju
Mahalini dan Rizky Febian Rayakan Cinta dengan Dua Pernikahan: Adat Bali dan Ijab Kabul di Jakarta
Yohanes Ontot Kembali Pimpin DAD Sanggau 2024-2029, Siap Kolaborasi dengan Pemkab untuk Memajukan Adat dan Masyarakat
Ekonomi Masyarakat dan Kebudayaan Terlestari, San Agustin Kunjungi Rumah Adat Radank Saham
87 Ribu Jemaat Hadiri Misa Paus Fransiskus, Doa Umat Dibacakan dalam Bahasa Adat