Mewaspadai Sesar Garsela, Patahan Aktif yang Membayangi Wilayah Bandung HINGGA Garut di Jabar, Pelajari 6 Langkah Mitigasi Berikut Ini

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 24 September 2024 | 04:30 WIB
Ilustrasi seseorang yang berada di area perbukitan.  (Unsplash.com @Bill Ringer)
Ilustrasi seseorang yang berada di area perbukitan. (Unsplash.com @Bill Ringer)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- BMKG mengklaim Sesar Garsela sebagai penyebab gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Bandung dan Garut, Jawa Barat, pada Rabu, 18 September 2024.

Laporan BMKG menyatakan bahwa pergerakan sesar ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya gempa bumi di Indonesia.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta Api Berdarah di Bandung, 3 Tewas, 28 Luka

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa bumi yang sulit diprediksi, berikut adalah informasi penting mengenai Sesar Garsela yang perlu diketahui oleh masyarakat di Jawa Barat.

Apa Itu Sesar Garsela?

Menurut Buletin Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sesar Garsela adalah sesar aktif yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Salah satu sesar aktif di Jawa Barat adalah Sesar Garsela," tulis penelitian tersebut.

Sesar ini terdiri dari dua segmen: segmen Rakutai yang memiliki panjang 19 kilometer dan segmen Kencana sepanjang 17 kilometer. Meskipun tergolong aktif, analisis gravitasi di wilayah Sesar Garsela masih minim.

Perlu dicatat bahwa segmen Kencana berada dekat dengan pemukiman penduduk.

Baca Juga: Gawat! Satu Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Bandung, Begini Kata Kemenkes

Patahan Aktif Garsela

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, Sesar Garsela juga dikenal sebagai Patahan Aktif Garsela.

"Aktivitas patahan ini dapat berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi," tulis laporan tersebut yang diterbitkan pada 13 Maret 2024.

Baca Juga: Naik Whoosh, Ibu Iriana: Tidak Terasa 27 Menit Sampai Bandung

Patahan aktif ini juga tercatat pernah mengguncang Garut Selatan dengan magnitudo 3,2 SR pada 2 Februari 2024, dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BMKG, Geologi ESDM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X