PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- BMKG mengklaim Sesar Garsela sebagai penyebab gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Bandung dan Garut, Jawa Barat, pada Rabu, 18 September 2024.
Laporan BMKG menyatakan bahwa pergerakan sesar ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya gempa bumi di Indonesia.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Api Berdarah di Bandung, 3 Tewas, 28 Luka
Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa bumi yang sulit diprediksi, berikut adalah informasi penting mengenai Sesar Garsela yang perlu diketahui oleh masyarakat di Jawa Barat.
Apa Itu Sesar Garsela?
Menurut Buletin Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sesar Garsela adalah sesar aktif yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Salah satu sesar aktif di Jawa Barat adalah Sesar Garsela," tulis penelitian tersebut.
Sesar ini terdiri dari dua segmen: segmen Rakutai yang memiliki panjang 19 kilometer dan segmen Kencana sepanjang 17 kilometer. Meskipun tergolong aktif, analisis gravitasi di wilayah Sesar Garsela masih minim.
Perlu dicatat bahwa segmen Kencana berada dekat dengan pemukiman penduduk.
Baca Juga: Gawat! Satu Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Bandung, Begini Kata Kemenkes
Patahan Aktif Garsela
Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, Sesar Garsela juga dikenal sebagai Patahan Aktif Garsela.
"Aktivitas patahan ini dapat berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi," tulis laporan tersebut yang diterbitkan pada 13 Maret 2024.
Baca Juga: Naik Whoosh, Ibu Iriana: Tidak Terasa 27 Menit Sampai Bandung
Patahan aktif ini juga tercatat pernah mengguncang Garut Selatan dengan magnitudo 3,2 SR pada 2 Februari 2024, dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.
Artikel Terkait
Gempa di Kapuas Hulu Getarkan Jelemuk dan Nanga Manday
Kapuas Hulu Diguncang Gempa, Bumi Bergoyang Seperti Truk Melintas
Gempa M6,2 di Kabupaten Garut Rusak Sejumlah Bangunan
Gempa Dangkal M 4.0 Guncang Soreang Bandung, Getaran Dirasakan Hingga Garut!
Gempa Bumi Tektonik M=2.2 Guncang Sosok Sanggau di Kalbar, Warga Diimbau Tetap Tenang
Tangani Korban Gempa di Kabupaten Bandung, IDI Turunkan 40 Dokter dan Perawat