RSUD SSMA Pontianak Gelar Skrining Mata Gratis, Ini Manfaat Khusus bagi Pasien Usia 40 Tahun ke Atas

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 12 Oktober 2023 | 20:52 WIB
Selain pengobatan, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie juga melakukan langkah pencegahan melalui kegiatan penyuluhan penyakit degenerasi pada mata. (Inidata.id)
Selain pengobatan, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie juga melakukan langkah pencegahan melalui kegiatan penyuluhan penyakit degenerasi pada mata. (Inidata.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak mengadakan kegiatan skrining mata gratis serta pembagian kacamata baca gratis kepada 100 pendaftar pertama.

Inisiatif bakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia yang jatuh pada 12 Oktober 2023, dan juga merayakan HUT ke-11 RSUD SSMA Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Groundbreaking Pembangunan Rumah Sakit Pertama di IKN

Dokter Spesialis Mata, Dr Sri Yuliani Elida SpM MSc, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyaring masyarakat berusia 40 tahun ke atas yang belum menggunakan kacamata baca.

Dalam rilis yang dikiirm ke media, Kamis, 12 Oktober 2023 disebutkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam skrining mata.

Apalagi biasanya, pasien yang mengunjungi poli mata sudah mengalami penurunan penglihatan, bahkan kebutaan.

Baca Juga: Cara Daftar Online Rujukan BPJS ke Rumah Sakit Melalui Antrean Online

Disebutkan, beberapa kasus yang ditemukan dalam skrining mata melibatkan penurunan penglihatan yang disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, seperti kelainan refraksi, katarak, glaukoma, dan retinopati diabetikum.

Ia mengatakan, untungnya beberapa pasien ini memiliki fasilitas BPJS yang dapat digunakan di rumah sakit kami untuk perawatan mata.

Selain memberikan pengobatan, tim medis juga menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tentang penyakit degeneratif mata. Bahkan, saat ini mereka telah berkolaborasi dengan klinik edukasi Diabetes Melitus (DM).

Baca Juga: 7 Faktor Pencetus Diabetes yang Kamu Harus Tahu. Ternyata Ada karena Kehamilan Juga Lho

Disebutkan oleh Dr Sri Yuliani Elida SpM MSc, kika seorang pasien telah menderita DM selama minimal 5 tahun, maka mereka harus menjalani skrining atau pemeriksaan mata.

Refraksionis Optisien, Primansyah, menambahkan bahwa peserta yang datang akan mengikuti skrining mata yang melibatkan penggunaan kacamata baca untuk menentukan apakah peserta masih dapat membaca dengan jelas dengan bantuan kacamata baca atau jika mereka masih memiliki gangguan penglihatan setelah mengenakannya.

Dikatakan, jika penglihatan masih kabur ketika menggunakan kacamata baca, maka akan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut di Poli Mata.

Primansyah juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan indikasi kelainan refraksi atau masalah mata lainnya, seperti katarak, yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh seorang dokter spesialis mata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X