Eksplorasi Penyakit Menular, Pengobatan Komplementer, dan Penemuan Obat: Diskusi dalam Seminar Kesehatan

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Senin, 11 September 2023 | 13:49 WIB
Kanan pastor suarno,sebelah moderator Maria Goretik,SST.,M.Kes, sebalah Agnes Dwiana,S.SiT.,M.Kes, sebelah Prof.Dr.Maria Lucia Inge Lusida,dr,M.Kes.,Ph.D.,Sp.MK(K) narasumber sebalahnya Ns. Elisabeth Wahyu Savitri.,M.Kep (KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak)
Kanan pastor suarno,sebelah moderator Maria Goretik,SST.,M.Kes, sebalah Agnes Dwiana,S.SiT.,M.Kes, sebelah Prof.Dr.Maria Lucia Inge Lusida,dr,M.Kes.,Ph.D.,Sp.MK(K) narasumber sebalahnya Ns. Elisabeth Wahyu Savitri.,M.Kep (KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK- Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo lantai 4 Gedung Kampus II Pontianak masih di hari yang sama senin 11 September 2023, Prof. Dr. Maria Lucia Inge Lusida, dr, M. Kes, Ph.D, Sp. MK (K), seorang ahli dalam bidang kesehatan, tampil sebagai pemateri dalam Seminar Kesehatan Internasional yang digelar di Universitas Santo Agustinus Hippo.

Dalam sesi ini Profesor Maria, yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Penyakit Tropis UNAIR, memberikan wawasan yang berharga tentang berbagai aspek kesehatan global.

Materi yang diusung dalam sesi ke dua ini merupakan tema khusus tentang “Tropical and Infectious Diseases In The Era Of Automation And Digital Health”

Dalam seminar tersebut, Profesor Maria membahas beberapa contoh penyakit menular yang berasal dari hewan (zoonosis), seperti rabies yang dapat ditularkan melalui binatang, serta demam berdarah (DBD) yang bisa disebarkan oleh serangga.

Dia juga menjelaskan berbagai jenis kuman penyebab penyakit dan cara penularannya.

Profesor Maria juga menyoroti perkembangan teknologi dalam dunia kesehatan, khususnya dalam deteksi penyakit. Ia mengungkapkan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mempermudah proses identifikasi penyakit secara cepat, dengan membandingkan gejala dan diagnosa pasien dengan kasus serupa di seluruh dunia.

Dalam sesinya itu, dia memaparkan tentang penyakit menular adalah gangguan yang disebabkan oleh organisme, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. (Klinik Mayo)

Istilah "tropis" mengacu pada wilayah bumi yang terletak di daerah tropis, dengan iklim hangat, kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan sanitasi yang buruk memberikan lingkungan ideal bagi patogen, vektor, dan inang perantara untuk berkembang biak.

Penggunaan istilah "terabaikan" merujuk pada sumber daya terbatas yang tersedia untuk mengendalikan dan mengobati penyakit-penyakit ini, termasuk penemuan dan pengembangan obat-obatan baru.

WHO mendefinisikan NTD (penyakit-penyakit tropis terabaikan) sebagai kelompok beragam dari 20 kondisi yang umumnya menyebar di daerah tropis, di mana mereka memengaruhi lebih dari 1 miliar orang yang tinggal di masyarakat miskin.

“Mereka disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk virus, bakteri, parasit, jamur, dan racun. Penyakit-penyakit ini menyebabkan dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang menghancurkan bagi lebih dari satu miliar orang,” kata Prof Maria.

Dia juga melanjutkan bahwa, Rutinitas Klinis Mikrobiologi di Era Otomatisasi dan Kesehatan Digital 12 peningkatan langkah pengolahan sampel dan pengurangan waktu dari sampel hingga hasil.

Pertama, otomatisasi meningkatkan kemampuan pengolahan sampel dengan dokumentasi dan jejak yang lebih baik.

Kedua, ada kontrol biaya yang lebih baik (misalnya, bahan kimia reagen, medium, dll.) dengan waktu putar yang lebih singkat sehingga menghasilkan diagnosis yang lebih cepat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X