Profil Agus Rahardjo, Eks Ketua KPK yang Menyebut Jokowi Minta Penghentian Kasus e-KTP yang Melibatkan Setya Novanto

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Sabtu, 2 Desember 2023 | 07:30 WIB
Agus Rahardjo, mantan ketua KPK. (Dok. Pontianak Globe )
Agus Rahardjo, mantan ketua KPK. (Dok. Pontianak Globe )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan bahwa periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan momentum terendah dalam pemberantasan korupsi.

Dalam wawancaranya di kanal Youtube KompasTV, Agus mengharapkan perubahan signifikan untuk mengembalikan citra KPK ke masa lalu.

Baca Juga: Spesifikasi Suzuki Jimny 5 Pintu yang Telah Muncul di Indonesia

Agus merasa kecewa karena KPK mengalami kemerosotan marwahnya akibat munculnya kasus tindak pidana korupsi di lingkungan pimpinan KPK.

Ia menyoroti masalah dalam proses seleksi calon pimpinan KPK, di mana pegiat antikorupsi sudah menyampaikan protes terhadap masuknya Firli Bahuri sebagai calon pimpinan KPK.

Sebagai bagian dari protes tersebut, Agus mengirim surat terbuka kepada Jokowi untuk mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap penunjukan Firli Bahuri.

Baca Juga: Suzuki Bolan, Minivan dengan Desain Era 80-an, Resmi Dijual dengan Harga Terjangkau

Dia menilai bahwa komitmen pemberantasan korupsi menurun pada periode kedua Jokowi, seiring dengan munculnya revisi UU KPK yang tidak diinginkan oleh pihak KPK.

Agus menambahkan bahwa jika Jokowi merespons aspirasi masyarakat dan protes yang disampaikannya, kemungkinan besar KPK tidak akan terlibat dalam permasalahan saat ini.

Baca Juga: Inilah Wujud Mobil Listrik Xiaomi SU7, Simak Keunggulannya Sebelum Kamu Memutuskan Membeli

Dia berpendapat bahwa kasus Firli Bahuri bermula dari penurunan komitmen pemberantasan korupsi di periode kedua Jokowi.

Profil Agus Rahardjo

Agus Rahardjo adalah mantan Ketua KPK periode 2015-2019, yang dilantik oleh Presiden Jokowi pada 21 Desember 2015.

Baca Juga: Mitsubishi Mempertimbangkan Peluncuran XForce Hybrid di Indonesia

Ia merupakan insinyur teknik sipil lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, dan menjadi insinyur Indonesia pertama yang memimpin lembaga antirasuah tanpa latar belakang pendidikan hukum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X