PONTIANAKGLOBE.COM, VATIKAN -- Paus Leo XIV memberikan berkat Yubileum Pengharapan kepada Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) dalam rangka perayaan 60 tahun Nostra Aetate (NA).
Berkat tersebut diterima secara umum dalam selebrasi di Aula Paulus VI, dan secara khusus melalui momentum Baciamano, yaitu berjabatan tangan langsung dengan Bapa Suci.
Baca Juga: Analogi Certia Tiongkok Merak dan Pemasar
Selebrasi 60 tahun Nostra Aetate di Aula Paulus VI dihadiri para kardinal, uskup, imam, biarawan-biarawati, umat beriman, serta tokoh lintasagama dari berbagai bangsa.
Perayaan penuh sukacita itu juga melibatkan anak-anak, remaja, orang muda, dan dewasa dari berbagai negara.
Indonesia turut mengambil bagian dengan menampilkan tari “Kebaya Menari” yang memadukan unsur budaya Jawa, Bali, dan Sumatra (Aceh).
Baca Juga: Ternyata Sport Massage Ada di San Agustin
Selebrasi berlangsung tepat pada 28 Oktober 2025, hari ulang tahun ke-60 dokumen Nostra Aetate.
Berkat kedua, yang paling istimewa, diterima Komisi HAK KWI dalam kesempatan Baciamano bersama Paus Leo XIV pada Audiensi Umum di Vatikan.
Uskup Christophorus Tri Harsono, Ketua Komisi HAK KWI sekaligus anggota Pengurus Dikasteri Dialog Interreligius (DDI) Vatikan, hadir bersama jajaran para uskup dan kardinal.
Romo Aloys Budi Purnomo Pr, Sekretaris Komisi HAK KWI, turut maju bersama Duta Besar Indonesia untuk Vatikan, Michael Trias Kuncahyono.
Baca Juga: Logo Jokowi Dihapus, Projo Klaim Tak Ingin Ada Kultus Individu
Pada momen penuh makna itu, setelah mencium tangan Bapa Suci, Romo Budi menyerahkan buku karyanya berjudul An Interreligious Ecotheological Leadership. Paus Leo XIV pun menanggapi dengan sukacita, seraya berkata: "This is very important for the future! Wow, based on the Laudato Si’ Encyclical! Thank you very munch!”
Romo Budi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Uskup Antonius selaku Ketua Presidium KWI, serta Uskup Christophorus selaku Ketua Komisi HAK KWI, yang telah memberi kesempatan kepada Komisi HAK KWI untuk menimba berkat Tuhan melalui perjumpaan dengan Paus Leo XIV.
“Terutama, saya berterima kasih kepada Bapak Duta Besar Indonesia untuk Vatikan, Pak Trias, yang telah mengatur terjadinya Baciamano dengan Bapa Suci,” ujar Romo Budi penuh haru.