Paus Leo XIV Terima 200 WNI di Vatikan, Tegaskan Indonesia Teladan Harmoni

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 23 September 2025 | 19:54 WIB
WNI yang tergabung dalam IRRIKA, Rehat, serta keluarga besar KBRI Takhta Suci saat diterima Paus Leo XIV di Vatikan. (KBRI Takhta Suci)
WNI yang tergabung dalam IRRIKA, Rehat, serta keluarga besar KBRI Takhta Suci saat diterima Paus Leo XIV di Vatikan. (KBRI Takhta Suci)

PONTIANAKGLOBE.COM, VATIKAN CITY -- Paus Leo XIV menegaskan bahwa Takhta Suci telah mendampingi bangsa Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sejak awal kemerdekaannya.

Menurutnya, hubungan tersebut dibangun atas dasar rasa hormat, dialog, serta komitmen bersama demi perdamaian dan harmoni.

Baca Juga: Jejak Paus Leo XIV di Indonesia, Pernah Satu Meja dengan Suster OSA Ketapang dan Berkunjung ke Jayapura hingga Sorong Papua

Hal itu disampaikan Paus Leo XIV dalam pidatonya saat menerima audiensi 200 anggota IRRIKA, Rehat, serta keluarga besar KBRI Takhta Suci di Aula Clementina, Istana Vatikan, Senin (22/9/2025).

Ini merupakan kali pertama komunitas tersebut diterima Paus dalam audiensi bersama.

Paus Leo XIV menyebut pertemuan ini sarat makna.

Pertama, memperingati satu tahun kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024.

Kedua, bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Takhta Suci.

Ketiga, menjadi audiensi perdana bagi seluruh staf KBRI Takhta Suci beserta keluarga.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Takhta Suci resmi terjalin pada 13 Maret 1950.

Paus Leo XIV menyambut hangat para rohaniwan, rohaniwati, dan keluarga besar KBRI Takhta Suci dalam audiensi bersejarah di Vatikan.
Paus Leo XIV menyambut hangat para rohaniwan, rohaniwati, dan keluarga besar KBRI Takhta Suci dalam audiensi bersejarah di Vatikan. (KBRI Takhta Suci)

Namun, jauh sebelumnya, pada 1947, Takhta Suci sudah mengakui kemerdekaan Indonesia, bahkan menjadi negara pertama di Eropa yang melakukannya.

Mengingat Kunjungan Paus Fransiskus

Dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Inggris, Paus Leo XIV mengenang kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia sebagai momen bersejarah yang mempererat persahabatan kedua bangsa.

Salah satu sorotan utama adalah dialog antaragama, terutama ketika Paus Fransiskus bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menandatangani Deklarasi Istiqlal demi persatuan umat manusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: KBRI Takhta Suci

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X