Ternyata Sport Massage Ada di San Agustin

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Senin, 3 November 2025 | 09:29 WIB
Sumber (Mauri Arpin Arus, M.Pd) (San Agustin )
Sumber (Mauri Arpin Arus, M.Pd) (San Agustin )

PONTIANAKGLOBE.COM | Olahraga adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara sadar dan terencana meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Perubahan olahraga dari Olimpiade kuno hingga era modern sangat panjang diceritakan, dari mengenal tombak untuk berburu hingga keolahraga lempar lembing, dari prajurit Pheidippides mewartakan kemenangan hingga disebut lari marathon, dari seseorang yang memperhatikan gerakan hewan buas mempertahankan hidup dengan perkelahian hingga lahirnya kejurus pencaksilat.

Bagaimana olahraga menjadi disiplin ilmu yang harus diajarkan melalui kurikulum pendidikan dan ilmu olahraga.

Banyak perguruan tinggi dan universitas menawarkan program studi kepada calon mahasiswa baru seperti Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Ilmu Olahraga, Pelatihan Olahraga, dan lain-lain. Program-program ini dengan gelar sarjana, pascasarjana, dan doktoral.

Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (San Agustin) dikampus Kampus I Ngabang Kabupaten Landak, Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan memiliki prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Adapun mata kuliah mencakup mata kuliah umum dan bahkan mata kuliah khusus program studi, salah satu mata kuliah sport massage tentang latihan terapi fisik materi keolahragaan.

Apa itu mata kuliah sport massage?, setidaknya kita harus memahami arti dari kata massage terlebih dahulu dapat diartikan dari bahasa Yunani yaitu, masso atau massein artinya menyentuh, meremas.

Berikutnya bahasa Latin, yang berasal dari bahasa Yunani masso artinya sama dengan bahasa arab dan Sansekerta menekan dengan lembut. Bahasa Arab mass'h, atau mass artinya menekan dengan lembut. Selanjutnya bahasa Sansekerta yaitu makeh artinya menekan dengan lembut. Era modern massage atau pijat ialah, sebagai penggunaan tangan dalam memanipulasi jaringan lunak (Mark F. 2011).

Olahraga dapat menyebabkan titik pemicu rasa sakit hingga menyebabkan ketidaknyamanan karena sejumlah faktor penyebabnya yaitu, pemanasan yang tidak tepat, penggunaan yang berlebihan otot atau kelompok otot tertentu, terkena pukulan atau benturan langsung pada berbagai bagian tubuh, menderita strain, keseleo, tendon pecah, dan patah tulang (Delaune & Lac 2012).

Ketika akumulasi ketegangan meningkat menjadi sumber permasalahan yang berkembang mempengaruhi keseimbangan pada kebugaran dan kesehatan akan terganggu mengakibatkan cedera akut maupun kronis. Bagi atlet dalam suatu pertandingan faktor stress sering dialami karena tuntutan prestasi.

Performa yang sering melebihi tingkat kebugaran atlet sehingga menyebabkan penurunan kebugaran secara keseluruhan. Tuntutan kinerja tinggi membutuhkan peningkatan pengeluaran energi yang dapat mengubah mekanisme keadaan regangan dan meningkatkan waktu pemulihan (Stillerman 2016).

PMB San Agustin
PMB San Agustin (Media Center)

Beberapa kategori sport massage, yaitu: Massage pra-acara dengan meregangkan otot di bawah tekanan ringan tidak disarankan menggunakan teknik massage yang menyebabkan rasa sakit. Massage pra-acara berkonsentrasi pada peningkatan sirkulasi dan aliran darah sehingga dapat meningkatkan performa atlet. Waktu yang digunakan selama 10-15 menit tiga hari sebelum kegiatan pertandingan.

Selanjutnya massage antar pertandingan yang diberikan pada saat istirahat dipusatkan pada massage otot yang digunakan, hal ini tidak mengurangi kemampuan atlet. Selain itu, recovery massage atau massage pasca-event disediakan khusus untuk atlet yang cedera yang ingin pulih setelah pertandingan kompetitif seperti massage rehabilitasi, medis, ortopedi.

Otot digunakan untuk menahan posisi tubuh, memperlambat gerakan dan mempercepat gerakan benda ke udara. Otot memiliki kemampuan untuk menarik dan menciptakan gerakan, ketegangan yang diciptakan oleh otot berlaku terus menerus pada persendian, meningkatkan stabilitas. Namun, pada beberapa posisi, ketegangan yang dihasilkan oleh otot dapat berpengaruh menarik segmen secara terpisah dan menciptakan ketidakstabilan (Hamill 2015).

Fungsi utama otot adalah kontraksi untuk menghasilkan percepatan, perlambatan atau posisi statis struktur rangka. Otot seharusnya memiliki fleksibilitas kelenturan dan elastisitas dalam rangka berfungsi dengan baik.

Memiliki sambungan neurologis yang dapat ditransmisi secara sensorik dan motorik melalui signal sistem saraf pusat.  Strain dapat terjadi pada otot akibat kurangnya fleksibilitas beberapa tingkatan strain dapat dilihat sebegai berikutu yaitu, tingkat pertama ringan, tingkat kedua sedang, dan tingkat ketiga parah. Strain tingkat pertama hanya beberapa serat otot yang robek yang menimbulkan cidera nyeri dengan masa pemulihan lebih cepat (Gardiner 2009).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X