daily-vibes

Rp13 Triliun Uang Koruptor Disulap Jadi Beasiswa, Prabowo Fokus ke SDM

Selasa, 21 Oktober 2025 | 21:29 WIB
Presiden Prabowo membeberkan sejumlah rencana tentang pendidikan di Indonesia. (Dok. Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto memaparkan empat rencana besar di bidang pendidikan sebagai bentuk investasi pada sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Program ini mencakup penambahan dana beasiswa LPDP, pembagian buku sekolah, penyediaan layar interaktif (IFP) di sekolah, hingga pembangunan studio pengajaran nasional.

Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Ia menegaskan bahwa pendidikan harus bisa menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

“Kita harus menjaring anak-anak cerdas dari kalangan bawah. Investasi paling penting bagi bangsa adalah pada anak-anak kita, pada SDM kita,” ujar Presiden.

Baca Juga: Rp116 Triliun Membengkak, China Malah Siap Lanjutkan Proyek Whoosh

Prabowo juga menyebut dana hasil pengembalian korupsi sebesar Rp13 triliun akan dialokasikan sebagian untuk menambah dana LPDP.

“Uang dari sisa efisiensi dan hasil korupsi sebagian besar kita investasikan di LPDP,” katanya.

Selain itu, pemerintah akan membagikan Interactive Flat Panel (IFP) berukuran 75 inci ke sekolah-sekolah dari SD hingga SMA. Tahun ini sudah sekitar 50.000 sekolah menerima alat tersebut, dan ditargetkan mencapai 288.000 unit pada 2025.

Dengan IFP, sekolah di daerah terpencil dapat mengakses pembelajaran dari guru-guru terbaik. Untuk mendukung hal itu, Prabowo juga berencana membangun studio pengajaran di tingkat pusat dan daerah, agar pengajaran berkualitas bisa menjangkau 330.000 sekolah di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Viral! Pesawat Kargo Emirates Tergelincir dan Tercebur ke Laut di Hong Kong, 2 Tewas

Selain teknologi pembelajaran, Prabowo juga menyoroti pentingnya pembiasaan menulis. Ia mengusulkan pembagian buku tulis bagi pelajar agar mereka tidak menulis terlalu kecil demi menghemat kertas.

“Tulisannya harus besar-besar, supaya tidak cepat rusak matanya,” ujarnya.

Menurut Prabowo, langkah ini merupakan bentuk investasi nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi unggul untuk masa depan Indonesia.***

Tags

Terkini