Prabowo Sindir Keras: Hentikan Kriminalisasi, Penegak Hukum Harus Punya Hati

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Senin, 20 Oktober 2025 | 18:42 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto ingatkan aparat penegak hukum agar menjalankan tugas dengan hati nurani.  (Dok. Youtube/Sekretariat Presiden)
Presiden RI Prabowo Subianto ingatkan aparat penegak hukum agar menjalankan tugas dengan hati nurani. (Dok. Youtube/Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan aparat penegak hukum agar bekerja dengan hati nurani dan tidak menzolimi rakyat kecil. Ia menekankan, lembaga seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan tidak boleh mencari-cari kesalahan masyarakat, apalagi sampai mengkriminalisasi perkara yang sebenarnya sepele.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan uang sitaan dari kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) di Jakarta, Senin, (20/10/2025). Ia menegaskan bahwa lembaga hukum juga perlu berani mengoreksi diri agar tidak menjadi alat ketidakadilan.

“Saya ingatkan terus kejaksaan, kepolisian, jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Ekonomi Masih Jawa Sentris, Purbaya Minta Pemda Bergerak Cepat

Prabowo menyoroti sejumlah kasus hukum yang menimpa masyarakat kecil hanya karena persoalan ringan. Ia mencontohkan kasus seorang anak sekolah dasar yang ditangkap karena mencuri ayam, serta seorang ibu yang diamankan karena mengambil pohon.

Menurutnya, kasus semacam itu menunjukkan ketimpangan dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Ada anak SD ditangkap karena mencuri ayam. Ada lagi ibu-ibu ditangkap karena mencuri pohon. Ada apa?” ucapnya.

Prabowo menegaskan, hukum seharusnya ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu, tidak keras terhadap rakyat kecil namun lembek terhadap pihak berkuasa.

“Penegak hukum harus punya hati. Jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu dzolim,” tegasnya.

Presiden juga menilai aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab moral untuk menegakkan keadilan sejati, bukan sekadar menjalankan aturan. Ia meminta agar setiap keputusan hukum juga mempertimbangkan sisi kemanusiaan.

Baca Juga: Buntut Panjang Kasus Timothy Anugerah, DPR Turun Tangan Desak Satgas Kekerasan Kampus Diaktifkan

Mantan menteri pertahanan itu menambahkan, jika pelanggaran dilakukan karena kebutuhan hidup, aparat sebaiknya menunjukkan empati dan membantu, bukan menghukum secara kaku.

“Orang kecil, orang lemah harus dibantu. Kalau perlu polisi, hakim, jaksa pakai uangnya sendiri untuk ganti ayamnya,” katanya.

Prabowo menutup dengan penegasan bahwa tugas utama aparat negara bukan sekadar menegakkan hukum, tetapi juga memastikan keadilan sosial dan kemanusiaan benar-benar hadir di tengah rakyat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X