Isyarat Reshuffle Lagi? Prabowo Tegaskan Tak Toleransi Menteri yang Lalai

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 22:41 WIB
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih.  (Dok. Instagram.com/@prabowo)
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih. (Dok. Instagram.com/@prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan peringatan keras kepada para menterinya agar bekerja dengan disiplin dan berpihak pada rakyat. Dalam pidatonya di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Sabtu, (18/10/2025). Prabowo menegaskan bahwa menteri yang telah tiga kali diberi peringatan namun tetap melanggar akan dicopot dari jabatannya.

“Anak buah saya hebat-hebat ya. Kalau ada satu dua nakal, saya peringati ya kan? Satu kali peringatan masih nakal, dua kali, tiga kali apa boleh buat reshuffle,” ujar Prabowo di hadapan mahasiswa dan civitas akademika UKRI.

Baca Juga: RS Hermina Bekasi Kebakaran, Tapi Pelayanan Medis Tetap Jalan Seperti Biasa

Ia menegaskan, dirinya tidak akan ragu menghadapi pejabat yang terbukti korup atau tidak berintegritas.

“Saya tidak ragu-ragu, saya akan hadapi kalau koruptor, maling, saya hadapi bersama Saudara-saudara. Saya yakin rakyat Indonesia di belakang saya,” kata Prabowo tegas.

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan publik, mengingat reshuffle kabinet telah tiga kali dilakukan sejak awal masa pemerintahannya yang baru berjalan satu tahun. Ultimatum tersebut dipandang sebagai sinyal keras bahwa Presiden ingin memastikan kabinetnya benar-benar solid dan berorientasi pada hasil.

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo telah menunjukkan gaya kepemimpinan yang tegas dalam menata jajaran menterinya. Reshuffle pertama dilakukan pada Februari 2025, ketika Satryo Soemantri Brodjonegoro diganti oleh Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi setelah adanya kontroversi di internal kementerian.

Langkah besar kembali dilakukan Prabowo pada 8 September 2025 dalam reshuffle kedua. Lima menteri dicopot dari jabatannya, termasuk Sri Mulyani, Budi Gunawan, Abdul Kadir Karding, Budi Arie Setiadi, dan Dito Ariotedjo.

Presiden kemudian menunjuk nama-nama baru seperti Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dan Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran.

Baca Juga: Kembalikan Anggaran Rp70 Triliun, Kepala BGN Dapat Pujian Setinggi Langit dari Presiden

Hanya sepekan berselang, reshuffle ketiga kembali digelar pada 17 September 2025. Erick Thohir dipindahkan dari jabatan Menteri BUMN menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, sementara posisi Menko Polkam yang kosong diisi oleh Djamari Chaniago. Beberapa posisi wakil menteri dan kepala badan juga turut diganti untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

Rangkaian reshuffle tersebut memperlihatkan strategi Prabowo dalam merapikan mesin pemerintahannya di tahun pertama masa jabatan.

Dengan peringatan tegasnya kali ini, Presiden seolah menegaskan bahwa loyalitas tanpa kinerja tak lagi cukup. Pemerintahan harus berjalan efisien, disiplin, dan bersih. Jika tidak siap-siap tergeser dari kursi kekuasaan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X