Prabowo Geram: 1.000 BUMN Terlalu Banyak, Akan Saya Pangkas Jadi 200!

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 08:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Tim Media Prabowo)
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Tim Media Prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan rasionalisasi terhadap badan usaha milik negara (BUMN).

Hal itu disampaikan dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, pada forum Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10).

Baca Juga: Prabowo Terkejut! Pendapatan Nelayan Bisa Naik 100 Persen Gara-Gara Program Ini

“Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi semuanya, memangkas dari seribu BUMN menjadi angka yang lebih rasional — mungkin 200, atau 230, 240 — dan kemudian menjalankannya dengan standar internasional,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa reformasi BUMN bertujuan meningkatkan efisiensi serta memperkuat kinerja korporasi negara yang selama ini dinilai belum optimal.

Baca Juga: Prabowo Siapkan 2.000 Profesional Muda untuk Kerja di BUMN dan Swasta, Ini Syaratnya!

“Saya sudah mengatakan kepada manajemen Danantara agar menjalankan BUMN dengan standar bisnis internasional. Anda bisa mencari otak terbaik, talenta terbaik,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengubah sejumlah regulasi untuk membuka kesempatan bagi profesional asing memimpin perusahaan pelat merah.

Baca Juga: Menkeu Awasi Ketat Program Makan Bergizi Gratis, BGN Ungkap Data Serapan Sebenarnya

“Saya telah mengubah regulasi. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kami,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai penting bagi para pemimpin politik untuk memahami ekonomi dan bisnis agar mampu membuat kebijakan yang rasional dan berbasis data.

Baca Juga: PSSI Pecat Patrick Kluivert, Istana Desak Cari Pengganti Sebelum Terlambat

“Kadang-kadang ada semacam keterputusan antara pelaku ekonomi dan pelaku politik. Banyak pemimpin politik, saya rasa, tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya. Banyak pemimpin politik mungkin takut dengan angka atau takut dengan bisnis,” ujar Prabowo.

“Jadi saya kira, sekarang menjadi kewajiban bagi para pemimpin muda Indonesia yang ingin menjadi pemimpin politik untuk memahami bisnis dan ekonomi,” pungkasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X