Ekonomi Masih Jawa Sentris, Purbaya Minta Pemda Bergerak Cepat

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Senin, 20 Oktober 2025 | 18:27 WIB
Menkeu Purbaya pertanyakan kegunaan APBD pada Mendagri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi bersama.  (Dok. Instagram/menkeuri)
Menkeu Purbaya pertanyakan kegunaan APBD pada Mendagri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi bersama. (Dok. Instagram/menkeuri)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kinerja daerah dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin, (20/10/2025).

Dalam forum yang juga diikuti kepala daerah secara daring itu, Purbaya sempat menegur sekaligus berdialog dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengenai arah kebijakan anggaran dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Baca Juga: Shin Tae-yong Diminta Balik, Iwan Bule Tembak Langsung PSSI

Sebelum menyampaikan paparannya, Purbaya menanyakan apakah APBD sebaiknya dibuat surplus, defisit, atau seimbang.

Tito kemudian menjelaskan bahwa target APBD yang surplus dimaksudkan agar pendapatan daerah lebih tinggi daripada belanja, sehingga menciptakan cadangan keuangan untuk tahun berikutnya.

Menanggapi hal itu, Purbaya menekankan bahwa dana dalam APBD seharusnya digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan disimpan seperti tabungan.

Ia bahkan berseloroh bahwa dana daerah yang tak digunakan sebaiknya langsung dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga.

“Kalau Pemda tujuannya bukan untuk menabung, tapi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Purbaya juga menyoroti pola pertumbuhan ekonomi nasional yang masih berpusat di Pulau Jawa. Menurutnya, meskipun pertumbuhan ekonomi di daerah mulai positif, kontribusi terbesar tetap datang dari Jawa yang mencapai 56,9 persen dari total ekonomi nasional. Ia meminta agar pemerintah daerah di luar Jawa berani mengubah arah ekonomi agar tidak terus bergantung pada pusat.

“Ini yang harus kita ubah, jangan terus Jawa sentris. Daerah harus bisa mendorong pertumbuhan ekonominya sendiri,” kata Purbaya.

Ia juga menantang daerah yang masih bergantung pada sektor komoditas seperti pertanian dan pertambangan untuk mulai melakukan diversifikasi ekonomi. Ia mencontohkan, Sumatera dan Kalimantan memiliki potensi besar namun belum banyak bergerak di sektor pengolahan.

“Untuk daerah yang punya pendapatan besar karena komoditas, mulai pikirkan diversifikasi. Kalau komoditas habis, harus ada sumber pendapatan baru,” tuturnya.

Baca Juga: Ijazah Sehari di Pasar Seni ITB, Bentuk Kritik Keras atas Budaya Jual Beli Gelar di Indonesia

Menurutnya, daerah perlu berani berinvestasi jangka panjang, termasuk di bidang industri dan pengembangan sumber daya manusia. Ia juga mengingatkan pentingnya belanja daerah yang cepat, tepat, dan produktif agar pertumbuhan ekonomi bisa terjaga.

Secara nasional, Purbaya memaparkan bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren stabil. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12 persen pada kuartal II 2025, termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara G20.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X