Pendaki 16 Tahun Tewas Terjatuh di Puncak Sejati Gunung Sumbing

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Seorang pendaki yang masih pelajar tewas usai terjatuh ke jurang area Puncak Sejati Gunung Sumbing. (Instagram/kantorsar_semarang)
Seorang pendaki yang masih pelajar tewas usai terjatuh ke jurang area Puncak Sejati Gunung Sumbing. (Instagram/kantorsar_semarang)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA TENGAH -- Seorang pendaki Gunung Sumbing asal Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Dude Kurniawan Pasha (16), meninggal dunia setelah terjatuh di kawasan Puncak Sejati.

Korban mendaki bersama dua orang temannya melalui jalur Banaran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Jumat (21/8/2026) malam.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 129 Rumah di Kampung Adat Sade Lombok, 320 Warga Terdampak

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, ketiganya berencana melakukan pendakian tektok atau naik dan turun gunung tanpa bermalam.

Berangkat Tengah Malam dari Basecamp

Kepala BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan korban bersama dua rekannya tiba di Basecamp Gunung Sumbing via Banaran pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Setelah beristirahat sejenak, ketiganya kemudian memulai pendakian menuju Puncak Sejati sekitar pukul 23.30 WIB.

“Rombongan berangkat dari basecamp dalam kondisi fisik sehat untuk melakukan pendakian menuju Puncak Sejati,” ujar Totok kepada awak media pada Minggu (23/8/2026).

Korban Terpisah dari Rombongan

Dalam perjalanan menuju Puncak Sejati, korban mendaki bersama salah seorang rekannya. Sementara satu teman lainnya memutuskan berhenti di kawasan sabana.

Setelah mencapai Puncak Sejati, korban dan rekannya kemudian turun. Namun, keduanya mengambil jalur berbeda di sekitar kawasan bawah Puncak Sejati.

“Dalam perjalanan turun pada Sabtu, 22 Agustus 2026, korban terpisah dari rekannya setelah mengambil jalur yang berbeda di sekitar area bawah Puncak Sejati,” kata Totok.

Baca Juga: Siswa SMP di Jambi Meninggal Usai Duel, Polisi Amankan Pelajar 13 Tahun

“Rekan korban kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada pihak Basecamp Banaran,” sambungnya.

Korban tak kunjung kembali ke basecamp hingga Sabtu malam. Pihak basecamp kemudian melaporkan kejadian tersebut sehingga tim SAR gabungan melakukan pencarian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Karhutla Datang, Jangan Jadikan Peladang Menantang

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:41 WIB

KAMMI Tolak Rencana Aksi AMPB di DPR pada 27 Agustus

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:30 WIB
X