PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA TENGAH -- Seorang pendaki Gunung Sumbing asal Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Dude Kurniawan Pasha (16), meninggal dunia setelah terjatuh di kawasan Puncak Sejati.
Korban mendaki bersama dua orang temannya melalui jalur Banaran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Jumat (21/8/2026) malam.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 129 Rumah di Kampung Adat Sade Lombok, 320 Warga Terdampak
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, ketiganya berencana melakukan pendakian tektok atau naik dan turun gunung tanpa bermalam.
Berangkat Tengah Malam dari Basecamp
Kepala BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan korban bersama dua rekannya tiba di Basecamp Gunung Sumbing via Banaran pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Setelah beristirahat sejenak, ketiganya kemudian memulai pendakian menuju Puncak Sejati sekitar pukul 23.30 WIB.
“Rombongan berangkat dari basecamp dalam kondisi fisik sehat untuk melakukan pendakian menuju Puncak Sejati,” ujar Totok kepada awak media pada Minggu (23/8/2026).
Korban Terpisah dari Rombongan
Dalam perjalanan menuju Puncak Sejati, korban mendaki bersama salah seorang rekannya. Sementara satu teman lainnya memutuskan berhenti di kawasan sabana.
Setelah mencapai Puncak Sejati, korban dan rekannya kemudian turun. Namun, keduanya mengambil jalur berbeda di sekitar kawasan bawah Puncak Sejati.
“Dalam perjalanan turun pada Sabtu, 22 Agustus 2026, korban terpisah dari rekannya setelah mengambil jalur yang berbeda di sekitar area bawah Puncak Sejati,” kata Totok.
Baca Juga: Siswa SMP di Jambi Meninggal Usai Duel, Polisi Amankan Pelajar 13 Tahun
“Rekan korban kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada pihak Basecamp Banaran,” sambungnya.
Korban tak kunjung kembali ke basecamp hingga Sabtu malam. Pihak basecamp kemudian melaporkan kejadian tersebut sehingga tim SAR gabungan melakukan pencarian.
Artikel Terkait
Siswa SMP di Jambi Meninggal Usai Duel, Polisi Amankan Pelajar 13 Tahun
Kebakaran Hanguskan 129 Rumah di Kampung Adat Sade Lombok, 320 Warga Terdampak
Karhutla Datang, Jangan Jadikan Peladang Menantang
Br Stephanus Paiman OFM Cap: Jangan Sederhanakan Karhutla dengan Menyalahkan Peladang Tradisional
P2D Kalbar Tolak Rencana Pencabutan Perda Perladangan Berbasis Kearifan Lokal
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Penerimaan Maba Unsoed, Rektor Jadi Tersangka