Panitia membagikan paket takjil kepada warga Muslim di sekitar gereja yang bersiap menyambut waktu berbuka puasa, sebagai wujud persaudaraan lintas iman.
Baca Juga: Ekspor Naik, Tenaga Kerja Ikut Terserap? Ini Analisis Ekonom
Di dalam gereja, suasana penuh keceriaan tampak saat anak-anak menerima berkat serta angpau dari para pastor.
Umat yang hadir pun memperoleh bingkisan berupa kue keranjang, permen, dan manisan khas Imlek.
Kapolsek Gedongtengen, AKP Yulianto, yang turut hadir, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai gambaran nyata moderasi beragama di Yogyakarta.
Ia menilai perayaan ini bukan sekadar seremoni budaya atau keagamaan, melainkan simbol harmoni antarumat beragama.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kumetiran.
Walau sempat diguyur hujan, rangkaian acara tetap berlangsung meriah di halaman gereja. Atraksi barongsai dan liong, demonstrasi wushu, hingga pertunjukan kembang api memeriahkan suasana.
Budi Setiawan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas wilayah—Wilayah 10, 11, 12, dan 13—yang tergabung dalam Forklest serta dukungan para donatur.
Ia menegaskan bahwa perayaan ini menjadi bukti bahwa iman Katolik dapat berjalan selaras dengan tradisi budaya, menciptakan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta. ***
Artikel Terkait
Contoh Kata Sambutan Ketua Panitia Perayaan Imlek Tahun 2024, yang Sederhana Namun Penuh Makna
Contoh Puisi Perayaan Imlek 2024 oleh Siswa Kelas 1 SD, agar Perayaan Imlek 2024 Tahun Naga Kayu Semakin Semarak
Contoh Puisi Perayaan Imlek 2024 oleh Siswa Kelas 1 SD, Sederhana Namun Penuh Makna dan Nilai Persahabatan
Mengapa Hujan Selalu Turun Saat Imlek? Ini Makna dan Penjelasannya Baik Secara Mitos Legenda Maupun Ilmiah
7 Ide Hampers Imlek 2025 dan Cap Go Meh di Bawah Rp200 Ribu, Berkesan dan Bermakna!
Salah Jahit Berujung Rezeki, Boneka Kuda Cemberut Ini Jadi Ikon Imlek 2026