Imlek 2026 di Gereja Kumetiran: Ekaristi Syukur, Angpau untuk Anak-anak hingga Takjil bagi Umat Muslim

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 23 Februari 2026 | 13:12 WIB
Atraksi barongsai memeriahkan perayaan Imlek Tahun Kuda Api 2026 di halaman Gereja HSPMTB Kumetiran. (Dok. Pontianak Post)
Atraksi barongsai memeriahkan perayaan Imlek Tahun Kuda Api 2026 di halaman Gereja HSPMTB Kumetiran. (Dok. Pontianak Post)

PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Nuansa sukacita dan kekhusyukan berpadu di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela (HSPMTB) Kumetiran, Yogyakarta, Minggu, 22 Februari 2026 sore.

Ratusan umat Katolik Tionghoa bersama warga paroki menghadiri Ekaristi Syukur Tahun Baru Imlek 2026 yang dirayakan bertepatan dengan masa Prapaskah.

Baca Juga: Gaza Bukan Arena Uji Coba, Risiko Mengintai TNI

Mengangkat tema “Tahun Baru, Hati Baru: Bertobat dan Berbuah dalam Kasih”, perayaan misa dipimpin Pastor Vincentius Indra Sanjaya Pr sebagai selebran utama, didampingi Pastor Albertus Herdaryono Pr dan Pastor Aloysius Dwi Prasetyo Pr.

Dalam homilinya, Pastor Indra menyinggung keistimewaan perayaan Imlek yang kerap bersinggungan dengan kalender liturgi Gereja, seperti Rabu Abu atau Minggu Prapaskah.

Ia menilai tema tahun ini sebagai bentuk kompromi yang arif antara warisan budaya dan perjalanan spiritual umat Katolik.

Menurutnya, Imlek identik dengan ucapan Gong Xi Fa Cai yang sarat harapan akan rezeki dan keberuntungan, bukan ajakan pertobatan.

Namun, penggabungan nilai budaya dan semangat Prapaskah justru menjadi wujud kontekstualisasi iman.

Ia menekankan bahwa Imlek, yang menandai peralihan musim dingin ke musim semi, melambangkan harapan akan hidup baru yang dianugerahkan Tuhan.

Makna Tahun Kuda Api

Ketua Panitia Imlek 2026, Albertus Budi Setiawan, menjelaskan bahwa tahun ini berada dalam naungan Kuda Api.

Dalam pemaknaan yang dikaitkan dengan iman Katolik, kuda dipandang sebagai simbol kekuatan dan keteguhan umat dalam mengikuti Kristus, sedangkan api mencerminkan semangat Roh Kudus.

Baca Juga: Rizal Mallarangeng: BoP adalah Terobosan, 100 Tahun Palestina-Israel Tidak Pernah Damai

Ia berharap tema tersebut mendorong umat untuk menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama melalui aksi konkret, khususnya selama masa Prapaskah.

Perayaan di Kumetiran juga mencerminkan semangat toleransi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X