PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa pembentukan Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis untuk menyelesaikan konflik Palestina–Israel yang telah berlangsung lebih dari satu abad.
Dalam pertemuan perdana BoP di Washington DC, Rubio menilai tatanan geopolitik yang ada saat ini belum mampu menghadirkan solusi permanen bagi kedua pihak.
Baca Juga: Ekspor Naik, Tenaga Kerja Ikut Terserap? Ini Analisis Ekonomi
Pendiri Freedom Institute, Rizal Mallarangeng, menyebut substansi tersebut menjadi fondasi penting lahirnya BoP. Menurutnya, pendekatan lama terbukti belum berhasil mengakhiri konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.
“Saya kira kita harus bangga kita berani masuk ke dalam sistem terobosan baru ini. Yang mencoba mencari langkah perdamaian yang langgeng, sekaligus membangun Palestina,” ujar Rizal, yang akrab disapa Celi, dalam kanal YouTube Freedom Institute, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Ia melihat BoP menawarkan pendekatan baru, mulai dari pembangunan terencana, pembentukan kepolisian, hingga gugus tugas administrasi. Menurutnya, skema seperti ini belum pernah diterapkan secara komprehensif dalam konteks konflik Palestina–Israel.
Rizal juga menilai BoP lahir dari inisiatif komunitas internasional dan dipimpin negara-negara kuat seperti Amerika Serikat. Indonesia, katanya, mendapat posisi terhormat sebagai anggota dan bahkan ditawari menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
“Tentu saja yang memerintahkannya bisa Amerika, bisa negara Arab yang besar. Tapi kita yang percaya, itu bagus banget,” ujarnya.
Baca Juga: Permintaan Tinggi MBG, Petani Buncis Justru Tak Sanggup Penuhi
Menurut Rizal, keikutsertaan Indonesia memberi ruang untuk mendorong agenda kemerdekaan Palestina dan memperjuangkan solusi dua negara dalam kerangka perdamaian jangka panjang.
Ia berharap BoP menjadi langkah awal menuju pemulihan dan stabilitas Palestina.
"Ordo yang ada terbukti gak mampu. Sudah 100 tahun lebih. Ayo kita coba metode baru. Beri mereka kesempatan yang adil. Kita tentu saja berdoa. Saat-saat kayak gini kan bukan sinisme yang perlu," tutup Rizal.***
Artikel Terkait
Trump Puji Prabowo di Forum Dunia, Indonesia Disebut Kunci Perdamaian Gaza
Prabowo Tegas: Indonesia Gabung Board of Peace untuk Palestina
Prabowo Tegaskan Komitmen, Indonesia Ambil Peran Kunci di ISF
Di DK PBB, Sugiono Tegaskan Board of Peace Tak Boleh Bertentangan dengan PBB
Disaksikan Prabowo, MoU Rp600 Triliun Guncang Panggung Bisnis AS
Konflik Israel–Palestina, Prabowo Sebut Hanya Ada Satu Jalan