Rizal Mallarangeng: BoP adalah Terobosan, 100 Tahun Palestina-Israel Tidak Pernah Damai

photo author
- Minggu, 22 Februari 2026 | 20:37 WIB
Rizal Mallarangeng soroti BoP Terobosan, 100 Tahun Palestina–Israel Tak Pernah Damai. (Dok. Ist)
Rizal Mallarangeng soroti BoP Terobosan, 100 Tahun Palestina–Israel Tak Pernah Damai. (Dok. Ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA --  Pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa pembentukan Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis untuk menyelesaikan konflik PalestinaIsrael yang telah berlangsung lebih dari satu abad. 

Dalam pertemuan perdana BoP di Washington DC, Rubio menilai tatanan geopolitik yang ada saat ini belum mampu menghadirkan solusi permanen bagi kedua pihak.

Baca Juga: Ekspor Naik, Tenaga Kerja Ikut Terserap? Ini Analisis Ekonomi

Pendiri Freedom Institute, Rizal Mallarangeng, menyebut substansi tersebut menjadi fondasi penting lahirnya BoP. Menurutnya, pendekatan lama terbukti belum berhasil mengakhiri konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.

“Saya kira kita harus bangga kita berani masuk ke dalam sistem terobosan baru ini. Yang mencoba mencari langkah perdamaian yang langgeng, sekaligus membangun Palestina,” ujar Rizal, yang akrab disapa Celi, dalam kanal YouTube Freedom Institute, dikutip Sabtu (21/2/2026).

Ia melihat BoP menawarkan pendekatan baru, mulai dari pembangunan terencana, pembentukan kepolisian, hingga gugus tugas administrasi. Menurutnya, skema seperti ini belum pernah diterapkan secara komprehensif dalam konteks konflik Palestina–Israel.

Rizal juga menilai BoP lahir dari inisiatif komunitas internasional dan dipimpin negara-negara kuat seperti Amerika Serikat. Indonesia, katanya, mendapat posisi terhormat sebagai anggota dan bahkan ditawari menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).

“Tentu saja yang memerintahkannya bisa Amerika, bisa negara Arab yang besar. Tapi kita yang percaya, itu bagus banget,” ujarnya.

Baca Juga: Permintaan Tinggi MBG, Petani Buncis Justru Tak Sanggup Penuhi

Menurut Rizal, keikutsertaan Indonesia memberi ruang untuk mendorong agenda kemerdekaan Palestina dan memperjuangkan solusi dua negara dalam kerangka perdamaian jangka panjang.

Ia berharap BoP menjadi langkah awal menuju pemulihan dan stabilitas Palestina.

"Ordo yang ada terbukti gak mampu. Sudah 100 tahun lebih. Ayo kita coba metode baru. Beri mereka kesempatan yang adil. Kita tentu saja berdoa. Saat-saat kayak gini kan bukan sinisme yang perlu," tutup Rizal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X