Kebaya Menari di Vatikan! Pesona Budaya Indonesia Pukau Dunia Lewat Panggung KBRI Takhta Suci

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:05 WIB
Anggun dan sarat makna saat Komunitas Kebaya Menari tampil memukau di aula KBRI Takhta Suci, Roma, membawa pesan harmoni dan persatuan budaya Indonesia. (KBRI Takhta Suci)
Anggun dan sarat makna saat Komunitas Kebaya Menari tampil memukau di aula KBRI Takhta Suci, Roma, membawa pesan harmoni dan persatuan budaya Indonesia. (KBRI Takhta Suci)

PONTIANAKGLOBE.COM, ROMA, ITALIA -- Aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Takhta Suci di Roma, Sabtu (24/10), berubah menjadi panggung budaya yang memukau.

Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Takhta Suci, KBRI Takhta Suci menggelar Pentas Budaya “Kebaya Menari”, bekerja sama dengan Komunitas Kebaya Menari.

Baca Juga: Resmi! Paus Leo XIV Tunjuk Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap Jadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Terima Pengunduran Mgr Agustinus Agus

Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang hadir dalam acara tersebut, memuji penampilan Komunitas Kebaya Menari yang dinilainya mencerminkan semangat kemanusiaan, keragaman budaya, dan toleransi antaragama di Indonesia.

“Apa yang ditampilkan malam ini adalah pengejawantahan dari semboyan bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Nasaruddin.

Duta Besar LBBP RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, turut mengapresiasi penampilan komunitas perempuan lintas iman itu.

“Komunitas Kebaya Menari adalah cerminan nyata keberagaman Indonesia. Mereka menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi jembatan antaragama,” ungkapnya.

Trias menambahkan, kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol identitas kultural yang kuat dan sarat makna.

Selain Menteri Agama, acara ini juga dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat—antara lain dari Jepang, Lithuania, dan Angola—pejabat Vatikan, diplomat, anggota Ikatan Rohaniwan-Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA), serta diaspora Indonesia di Roma.

Baca Juga: Paus Leo XIV Umumkan Sejumlah Penunjukan Baru, Termasuk Uskup Christophorus Tri Harsono dan Konsultan Ekumenis Internasional

Para tamu menikmati tarian tradisional dari berbagai daerah Indonesia serta peragaan busana kebaya, disertai sajian khas Nusantara seperti rawon, mi goreng, tempe goreng, dan martabak.

Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Takhta Suci sebelumnya juga diramaikan oleh Misa Syukur di Basilika Santo Petrus, Vatikan, yang dipimpin oleh Kardinal Pietro Parolin bersama lebih dari 50 pastor asal Indonesia.

Selain itu, sekitar 200 warga Indonesia di Roma—terdiri dari keluarga besar KBRI Takhta Suci, IRRIKA, dan Rehat—juga mendapat kehormatan untuk beraudensi langsung dengan Paus Leo XIV di Aula Klementina, Istana Kepausan.

Rangkaian kegiatan peringatan masih akan berlanjut hingga akhir tahun, termasuk peluncuran perangko edisi khusus Indonesia–Vatikan dan pentas seni angklung.

Komunitas Kebaya Menari, dipimpin oleh Yanti Muljono, merupakan kelompok pegiat budaya dan penari tradisional yang berkomitmen untuk melestarikan dan mempopulerkan kebaya melalui medium tarian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: KBRI Takhta Suci

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X