“Kampus tidak boleh menutup mata terhadap kekerasan. Kami mendorong setiap perguruan tinggi membuka kanal pelaporan yang aman bagi mahasiswa. Jangan biarkan korban takut bicara,” tegas Hetifah.
Ia juga menekankan pentingnya layanan konseling dan pendampingan psikologis bagi mahasiswa agar kampus benar-benar menjadi ruang aman untuk belajar dan bertumbuh.
Kini, laporan keluarga Timothy menjadi titik balik dalam proses hukum yang diharapkan bisa mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian mahasiswa FISIP itu. Publik pun berharap penyelidikan berjalan transparan dan menegakkan keadilan bagi almarhum Timothy.***
Artikel Terkait
Viral Video Perundungan Siswa SMP di Bandung Beredar di Media Sosial
Update Skandal Perundungan dr Aulia Risma, Terdakwa Zara Mengaku Ditekan Senior di PPDS Anestesi Undip
Tragedi Mahasiswa Unud Jadi Sorotan Nasional, Kampus Janji Sanksi Tegas untuk Pelaku
Bukan Sekadar Tragedi, Kematian Timothy Anugerah Jadi Cermin Buram Dunia Akademik
Catatan Terakhir Timothy Anugerah, Mimpi Sederhana yang Tak Pernah Selesai
Tragedi Timothy Anugerah, Luka di Balik Dunia Kampus yang Masih Buta Hati