Dari Pesantren di Purwokerto Pesan Damai Bergema, KomHak KWI dan Santriwati Al Hidayah Berbagi Sukacita

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 08:46 WIB
Rombongan Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KOMHAK KWI) yang berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hidayah, Karangsuci,  Purwokerto yang terletak tepat di jantung, Selasa (07/10/2025).  (Pontianak Globe @Putut Prabantoro)
Rombongan Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KOMHAK KWI) yang berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hidayah, Karangsuci, Purwokerto yang terletak tepat di jantung, Selasa (07/10/2025). (Pontianak Globe @Putut Prabantoro)

Gagasan itu kemudian diwujudkan oleh KH Dr Noer Iskandar al Barsyani MA, bersama KH Drs Khariri Shofa MAg, dan Ustadz M Ridwan Makhdum BA yang menjadi lurah pesantren pertama.

Baca Juga: Lonjakan Ayam di Balik Dapur Bergizi Gratis

Kini, di bawah asuhan Nyai Dra Hj Nadhiroh Noeris, pesantren ini menaungi sekitar 300 santri putra dan putri.

Al Hidayah berkomitmen mencetak santri yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan berakhlak mulia.

Meski berakar pada tradisi salaf, pesantren ini terbuka terhadap modernitas.

Metode pembelajaran klasik seperti bandongan dan sorogan dipadukan dengan sistem pendidikan klasikal melalui Madrasah Diniyah Salafiyah Al Hidayah (MDSA).

Kurikulumnya menekankan nilai-nilai moderasi Islam: tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil).

Baca Juga: Heboh! Tiga Sekolah Internasional Dapat Ancaman Bom, Polisi Pastikan Nihil Bahan Peledak

Selain belajar kitab kuning, para santri juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan keterampilan.

Selama hampir empat dekade, ribuan alumni Al Hidayah telah berkiprah sebagai tokoh agama, pendidik, dan penggerak sosial yang menjunjung nilai-nilai Islam yang damai dan terbuka.

“Kami ingin para santri menjadi ulama pejuang — berilmu luas, berakhlak santun, dan membela Islam rahmatan lil alamin,” tegas Nyai Nadhiroh.

Kini, Pondok Pesantren Al Hidayah Karang Suci menjadi lebih dari sekadar lembaga pendidikan.

Ia menjelma sebagai mercusuar moderasi beragama, toleransi, dan nilai kebangsaan di tengah masyarakat majemuk.

Kunjungan rombongan KomHak KWI menjadi bukti bahwa pesan damai bisa tumbuh dan bergema dari pesantren, melintasi batas iman dan keyakinan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X