Heboh! Tiga Sekolah Internasional Dapat Ancaman Bom, Polisi Pastikan Nihil Bahan Peledak

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait kasus teror bom di tiga sekolah internasional wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Utara. (Dok. Polri)
Menyoroti fakta terkini terkait kasus teror bom di tiga sekolah internasional wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Utara. (Dok. Polri)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Suasana tegang sempat menyelimuti tiga sekolah internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara pada Selasa, (7/10/2025). Ketiganya menerima pesan ancaman bom disertai permintaan tebusan sebesar 30.000 dolar AS atau sekitar Rp497 juta. Pelaku memberi batas waktu 45 menit sebelum peledakan jika uang tak dikirim.

Tim Jibom Detasemen Gegana Polda Metro Jaya langsung diterjunkan ke lokasi, menyisir dua sekolah di Bintaro dan Pagedangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan nihil bahan peledak, namun penyelidikan tetap berlanjut.

Polisi kini memburu pengirim pesan yang diduga berasal dari luar negeri, lantaran nomor pelaku terdeteksi menggunakan kode negara +234, diduga Nigeria.

Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan tim siber dan kriminal umum untuk melacak jejak digital pelaku.

“Bersama tim dari Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya, kita juga bekerja sama dengan Direktorat Cyber Polda Metro Jaya dan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, melakukan olah TKP untuk penyisiran dan pengamanan,” ujarnya.

Ancaman pertama diterima oleh Jakarta Nanyang School di Pagedangan dan Mentari Intercultural School (MIS) di Bintaro. Polisi segera menutup akses sekolah, mengevakuasi siswa, dan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil penyisiran tak menemukan benda mencurigakan.

Isi pesan ancaman yang dikirim lewat WhatsApp dan email menyebut pelaku menuntut tebusan lewat alamat bitcoin.

“Pesan ini untuk semua orang, kita telah memasang bom di sekolah kalian. Bom tersebut mulai dalam 45 menit bila Anda tidak setuju untuk membayar kami senilai USD 30.000 ke alamat bitcoin kami,” tulis pesan tersebut.

Teror juga dialami North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polisi memastikan situasi aman tanpa temuan bahan peledak. Polda Metro Jaya kini tengah melacak asal pesan dengan dukungan forensik digital.

“Kami melakukan langkah-langkah penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku yang mengirimkan pesan teror bom ini,” tegas Victor.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat.

Hingga kini, tak ada satu pun bom yang ditemukan di ketiga sekolah, namun jejak digital pelaku terus diburu untuk memastikan motif di balik teror lintas negara ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X