Terungkap! Ismail Haniyeh Tewas Akibat Bom yang Diselundupkan ke Wisma di Teheran 2 Bulan Sebelumnya, Ini Faktanya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 12:31 WIB
Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh tewas akibat ledakan bom (X @neohistoria_id)
Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh tewas akibat ledakan bom (X @neohistoria_id)

PONTIANAKGLOBE.COM, TEHERAN, IRAN -- Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas, tewas akibat bom yang diselundupkan ke wisma tamu tempat ia tinggal di Teheran sejak dua bulan lalu.

Menurut laporan New York Times pada Kamis, 1 Agustus 2024, bom tersebut telah disembunyikan di wisma tamu dan diledakkan dari jarak jauh saat Haniyeh berada di dalam kamarnya.

Baca Juga: Anugerah Adinegoro 2024: Upaya PWI Jaga Kualitas Jurnalisme di Era Digital

Laporan tersebut mengutip pernyataan lima pejabat Timur Tengah.

Bom tersebut menewaskan Haniyeh dan pengawalnya serta merusak bangunan tersebut.

Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, pada Selasa. Pembunuhannya terjadi pada Rabu dini hari waktu setempat.

Jika laporan ini benar, maka akan mengakhiri spekulasi tentang penyebab kematian Haniyeh, termasuk dugaan serangan rudal drone dan serangan jet tempur siluman F-35 Israel dari Azerbaijan.

Baca Juga: Kampus Promo Serba Merdeka! Gabung di San Agustin

Israel tidak mengakui atau menyangkal keterlibatan dalam pembunuhan Haniyeh, sementara Hamas menyatakan bahwa dia terbunuh oleh serangan Zionis.

Pemimpin Jihad Islam Palestina, Ziyad Al-Nakhalah, tinggal di sebelahnya, menurut dua pejabat Iran yang berbicara kepada New York Times.

Kamarnya tidak mengalami kerusakan parah, menunjukkan bahwa penargetan Haniyeh direncanakan dengan cermat.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka: Sosok Spesial di Pembukaan Porwanas XIV

Pengguna media sosial Iran menunjukkan bahwa wisma tamu tersebut berada di dekat Kompleks Saadabad di Teheran utara.

Foto-foto terbaru menunjukkan kerusakan pada apartemen lantai atas gedung tersebut, dengan bagian bangunan yang rusak ditutup dengan terpal dan puing-puing terlihat di tanah.

Karena lokasinya yang tinggi dan lingkungan sekitar yang terbuka, bangunan itu mudah terlihat dari jauh. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: New York Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X