Hamas Mengonfirmasi Kematian Ismail Haniyeh dalam Serangan di Teheran Iran, Siapa Pelakunya?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 31 Juli 2024 | 13:06 WIB
Profil Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Tewas Dalam Serangan Udara di Taheran.
Profil Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Tewas Dalam Serangan Udara di Taheran.

PONTIANAKGLOBE.COM, TEHERAN, IRAN -- Hamas mengumumkan pada Rabu, 31 Juli 2024 WIB, bahwa Ismail Haniyeh, pemimpin politik mereka, telah tewas dalam serangan Israel di Iran.

Haniyeh berada di Iran untuk menghadiri pelantikan presiden baru negara tersebut.

Baca Juga: Perang Israel-Hamas Sedang Berlangsung: Serangan Israel membuat 700.000 Anak di Gaza Kehilangan Tempat Tinggal

Dalam pernyataannya, Hamas menyebut Haniyeh, yang juga dikenal sebagai mujahid, tewas dalam serangan Zionis di markasnya di Teheran.

Menurut laporan, Haniyeh terbunuh bersama seorang pengawalnya.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengonfirmasi kematian Haniyeh, menyatakan bahwa kediamannya di Teheran diserang dan dia serta seorang pengawalnya meninggal dunia.

Haniyeh sedang berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa, 30 Juli 2024 WIB.

Baca Juga: Masyarakat Sipil Yerusalem Bersatu untuk Membantu di Tengah Perang dengan Hamas

Sementara itu, tentara Israel belum memberikan komentar resmi mengenai laporan kematian Haniyeh.

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu sebelumnya telah berkomitmen untuk menghancurkan Hamas dan mengembalikan semua sandera yang ditahan dalam serangan 7 Oktober, yang memicu perang di Jalur Gaza.

Serangan Hamas di Israel selatan mengakibatkan kematian 1.197 orang, mayoritasnya warga sipil, dengan 251 sandera diambil, 111 di antaranya masih ditahan di Gaza.

Baca Juga: Hamas dan Israel Berkonflik, Paus Fransiskus yang Sakit

Haniyeh, yang menjadi kepala biro politik Hamas sejak 2017, dikenal sebagai tokoh pragmatis dan sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri Palestina setelah kemenangan Hamas dalam pemilihan 2006.

Dia membagi waktunya antara Turki dan Qatar serta melakukan misi diplomatik ke Iran dan Turki selama konflik.

Iran, yang mendukung perjuangan Palestina sejak revolusi Islam 1979, memuji serangan Hamas terhadap Israel namun membantah keterlibatannya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X