“Jangan swasta memaksakan kehendak. Apalagi SPBU-SPBU itu kan begitu,” katanya.
“Jangan dikira kita tidak paham. Seperti orang Papua bilang, adek kau baru mau tulis, kakak sudah baca,” ucapnya disambut tawa peserta.
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa kadar etanol 3,5 persen dalam base fuel masih sesuai regulasi.
“Etanol diperbolehkan hingga 20 persen. Kandungan 3,5 persen masih wajar, tapi membuat beberapa SPBU swasta tak melanjutkan pembelian,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi VII DPR, 1 Oktober 2025.
Pemerintah menargetkan implementasi bensin E10 mulai tahun 2026, sebagai bagian dari transisi energi bersih sekaligus pengurangan impor BBM secara bertahap. ***
Artikel Terkait
BBM Langka Lagi! SPBU Swasta Kompak Mundur dari Pertamina, Ini Biang Keroknya
Dua Dekade Janji Kosong Pertamina, Kilang Baru Tak Pernah Terwujud, Indonesia Kian Tergantung Impor BBM
BBM Kosong di SPBU Swasta, Bahlil Bantah Pemerintah Jadi Biang Kerok
Skandal BBM Seret Nama Vale, Adaro, dan PAMA Muncul di Dakwaan, Pengamat Sebut Negara Bisa Tagih Selisih Harga
Pemerintah Wajibkan BBM Campur Etanol 10% Tahun Depan, Pertamina Langsung Siap Jalan
BBM Campur Etanol Jadi Keniscayaan, tapi Bisakah Indonesia Hindari Risiko Mesin?