PONTIANAKGLOBE -- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DISTPH) Kalbar menggunakan drone sprayer smart farming di areal pembenihan padi membantu pestisida dan pemupukan agar lebih presisi, efektif dan menghindari kontak fisik petani dengan residu kimia.
Drone sprayer smart farming diaplikasikan juga penerapan biosaka berupa elisitor alami yang berasal dari rumput atau daun sekitar sawah yang disemprotkan ke tanaman.
Penerapan drone sprayer smart farming tersebut berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPTPSB) di Paniraman, Mempawah.
Drone yang dipakai adalah "Sekar Agri Drone Sprayer" spesialisasi drone penyemprotan yang didesain siap membantu petani di Indonesia.
Dalam 1 kali terbang Sekar Agri Drone Sprayer dapat mencakup 1 hektare dengan kapasitas 10 liter. Sekar Agri Drone Spayer memiliki nilai TKDN 27,51% yang merupakan salah satu yang terbesar untuk drone sprayer
Kepala UPTPSB Kalbar, Anton Kamaruddin mengatakan eknologi ini sebagai jawaban kendala-kendala di lapangan selama ini, baik dalam aplikasi pestisida maupun pemupukan.
"Teknologi pertanian yang moderen akan menarik minat kaum milenial berkiprah langsung di dunia pertanian tersebut dan sudah zamannya penerapan teknologi," kata Anton dilansir dari laman Pemprov Kalbar dikutip Pontianak Globe, Selasa (11 April 2023).
Artikel Terkait
Mengenal Apa itu Aplikasi Tanamin! Bisa Mendeteksi Penyakit Tanaman Padi, Singkong dan Tomat
Top Deh, Kapuas Hulu Tebar Puluhan Ribu Ikan Nila di Lahan Mina Padi!
Kalbar Target Produksi Padi 1,10 Juta Ton Sepanjang 2023