PONTIANAKGLOBE.COM, BONE -- Lebih dari 300 warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban investasi bodong World Pay One (Wpone).
Para anggota mengaku tidak bisa menarik dana yang telah mereka investasikan.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Betang di Desa Kekurak 20 Pintu Ludes Dilalap Api, Ternyata Ini Penyebab-nya
"Sekarang penarikan tidak bisa dilakukan. Saya sendiri tergabung dalam grup Wpone Bone Berkah yang memiliki lebih dari 300 anggota," ujar MM (23), warga Kelurahan Tibojong, Kamis, 20 Maret 2025.
MM menjelaskan bahwa ia pertama kali tertarik bergabung setelah mendengar penawaran dari teman ibunya.
Dengan modal awal Rp500 ribu, ia dijanjikan keuntungan Rp480 ribu setiap bulan tanpa mengurangi saldo pokoknya.
"Karena terlihat menguntungkan, saya menambah investasi hingga total Rp2,5 juta. Namun, saat mencoba menarik dana sejak 20 Februari, selalu gagal," katanya.
Menurutnya, pihak Wpone terus menunda pencairan dana hingga 14 Maret, tetapi ketika mencoba menarik uang, permintaannya ditolak.
Baca Juga: Padre Markus Solo Kewuta SVD Terima Anugerah PWKI di Vatikan, Penghargaan untuk Pejuang Perdamaian
"Sekarang malah diminta deposit tambahan Rp800 ribu untuk verifikasi akun. Kalau tidak, akun dibekukan," ungkapnya.
MM menambahkan bahwa dalam investasi ini terdapat mentor dan leader yang membimbing para anggota.
Awalnya, mereka dijanjikan bahwa jika terjadi masalah, uang akan dikembalikan.
"Hingga kini saya belum melapor ke polisi, masih menunggu hingga 21 Maret. Jika tidak ada kejelasan, baru akan mengambil langkah hukum," pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Prabowo Disambut Meriah di Pabrik Sepatu Hoka dan Converse Batang, Pekerja Antusias!
Helmy Yahya Bela Ifan Seventeen, 'PFN Punya Masalah Lama, Beri Dia Kesempatan'
Judika Sempat Bungkam Usai Dituduh 'Nyolong' Lagu Dewa 19 oleh Ahmad Dhani, Ini Alasannya
Hasto Minta Bebas Usai Didakwa dalam Kasus Suap dan Perintangan Penyidikan Harun Masiku
Ribuan Member WPONE Landak Merugi, Dugaan Penipuan Dilaporkan ke Polda Kalbar
8 Leader Investasi WPONE Dilaporkan ke Polres Landak, Dugaan Penipuan Terungkap dan Ternyata ada PNS Juga Lho