BRI Bersama Holding Ultra Mikro Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Sertifikasi BPOM

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 11 Desember 2024 | 19:55 WIB
Seorang pembuat gula merah atau gula kelapa bekerja di lapaknya. BRI bersama anggota Holding Ultra Mikro, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), menegaskan komitmen mereka dalam mendukung Menteri BUMN Erick Thohir untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui sertifikasi BPOM. (Dok. Pontianak Globe)
Seorang pembuat gula merah atau gula kelapa bekerja di lapaknya. BRI bersama anggota Holding Ultra Mikro, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), menegaskan komitmen mereka dalam mendukung Menteri BUMN Erick Thohir untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui sertifikasi BPOM. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama anggota Holding Ultra Mikro, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), menegaskan komitmen mereka dalam mendukung Menteri BUMN Erick Thohir untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui sertifikasi BPOM.

Pada akhir November 2024, Erick Thohir, menyatakan telah menjalin kesepakatan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan jumlah produk UMKM yang memenuhi standar BPOM.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Ainur Rahmatin, Bersama BRI Berdayakan Perempuan Desa di Lamongan Lewat Olahan Telur Asin

Upaya ini akan diwujudkan melalui tiga langkah strategis, antara lain memaksimalkan ekosistem pasar digital (PaDi UMKM), memanfaatkan database program PNM Mekaar, dan digitalisasi sinergitas guna konsolidasi data.

“Program pertama mungkin beberapa bulan ke depan kita tuntaskan bagaimana semua produk UMKM bisa tersertifikasi. Nanti program berikutnya, tadi disampaikan, kita bisa memilih ada program PNM Mekaar, yaitu ibu-ibu di desa-desa yang mendapat pinjaman Rp 1-5 juta dengan jumlah 21,2 juta,” ujar Erick Thohir.

Baca Juga: Salurkan Kredit Rp199,83 Triliun, Bukti Komitmen BRI untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional

Kontribusi BRI untuk UMKM

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, mengungkapkan bahwa program sertifikasi BPOM ini sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM yang dilakukan BRI.

Hal ini menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan potensi dan kapasitas pelaku UMKM di Indonesia, mengingat kontribusi signifikan UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Konsep pemberdayaan kami sangat komprehensif dan terukur, serta dapat dimonitor dengan baik,” kata Supari.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, mengungkapkan bahwa program sertifikasi BPOM ini sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM yang dilakukan BRI.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, mengungkapkan bahwa program sertifikasi BPOM ini sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM yang dilakukan BRI. (Dok. Pontianak Globe)

BRI menerapkan tiga fase dalam program pemberdayaan UMKM: fase dasar, integrasi, dan interkoneksi.

Di fase dasar, BRI melakukan pemetaan UMKM melalui sistem self-assessment untuk naik kelas, menggunakan indikator yang telah difasilitasi BRI.

Pada fase integrasi, BRI menghubungkan sistem dan database dengan kementerian/lembaga terkait sehingga membentuk pusat data UMKM.

Fase terakhir adalah interkoneksi, di mana sistem dan database milik BRI, kementerian, serta instansi eksternal terkait perizinan dan sertifikasi halal diintegrasikan, termasuk akses untuk UMKM ekspor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X