Salurkan Kredit Rp199,83 Triliun, Bukti Komitmen BRI untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 5 Desember 2024 | 19:56 WIB
Hingga akhir September 2024, BRI (bank only) mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp199,83 triliun ke sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. (Dok. Pontianak Globe)
Hingga akhir September 2024, BRI (bank only) mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp199,83 triliun ke sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Hingga akhir September 2024, BRI (bank only) mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp199,83 triliun ke sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Baca Juga: BRI Tanam 5.000 Bibit Pohon Produktif di Desa Kutuh, Bali untuk Peringati Hari Menanam Pohon

Langkah ini selaras dengan visi BRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor prioritas yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

“Kami memahami sektor pertanian tidak hanya sebagai tulang punggung perekonomian nasional, tetapi juga kunci dalam memastikan ketahanan pangan masyarakat. Oleh karena itu, BRI terus memperluas akses pembiayaan kepada petani, UMKM, dan pelaku agribisnis lainnya,” ujar Sunarso.

Penyaluran kredit BRI mencakup berbagai subsektor, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan dan perikanan.

Sunarso menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar penting bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Sunarso menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar penting bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). (Dok. Pontianak Globe)
Tidak hanya menyediakan pendanaan, BRI juga aktif memberdayakan petani melalui program pendampingan, pelatihan, dan digitalisasi sektor pertanian.

Sunarso menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar penting bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

Baca Juga: Jelang HUT ke-129, BRI Berkolaborasi dengan Kuy Media Group Sukses Gelar BRI Mini Soccer Media Clash, Artis dan Selebritis Ikut Meramaikan

“Menurut kajian Bappenas, Indonesia berpotensi keluar dari jebakan kelas menengah pada 2041 jika rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6% dapat tercapai,” kata Sunarso.

Menurut Sunarso, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, investasi pada human capital atau kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama.

Terdapat tiga langkah strategis yang harus diambil:

  1. Fokus pada Nutrisi dan Pangan
    Sunarso menekankan pentingnya strategi khusus untuk ketahanan pangan.

    “Nutrisi dan pangan yang baik menjadi dasar utama dalam membangun human capital yang unggul,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X