Catat, 10 Startup yang Dulu Populer, Kini Gulung Tikar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 28 September 2024 | 12:47 WIB
JD.ID resmi menutup seluruh layanannya di Indonesia per Jumat 31 Maret 2023. (Foto: Ist)
JD.ID resmi menutup seluruh layanannya di Indonesia per Jumat 31 Maret 2023. (Foto: Ist)

7. Stoqo

Stoqo, startup yang bergerak di sektor B2B untuk suplai bahan makanan segar, menghentikan operasional pada April 2020.

Pandemi Covid-19 menghantam bisnis mereka keras, memaksa perusahaan untuk menutup layanannya dan melakukan PHK kepada seluruh karyawan.

Baca Juga: Caleg Terpilih PDIP Tia Rahmania Dipecat dan Gagal Dilantik ke Senayan, Isu Kontroversi Penggelembungan Suara Serta Deretan Kasus Gagal Pelantikan

8. Qlapa

Qlapa, marketplace yang berfokus pada produk kerajinan tangan, menutup layanannya pada tahun 2019.

Startup ini tidak mampu bersaing dengan e-commerce raksasa seperti Tokopedia dan Bukalapak, yang membuat mereka akhirnya gulung tikar setelah empat tahun beroperasi.

9. CoHive

CoHive, penyedia layanan co-working space, diputus pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada awal 2023.

Sebagai salah satu startup pionir di bidangnya, CoHive tidak mampu bertahan di tengah tekanan bisnis yang dihadapi, terutama setelah pandemi.

10. Beres.id

Beres.id, anak usaha dari Kaodim asal Malaysia, menghentikan semua layanannya pada 1 Juli 2022.

Beres.id adalah marketplace jasa yang menghubungkan konsumen dengan penyedia layanan seperti servis AC dan kebersihan rumah.

Beres.id, bersama anak perusahaan Kaodim di Singapura dan Filipina, semuanya mengalami nasib yang sama. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X