Anies Baswedan Sebut Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan dan Peternak. BUMN akan Dikoperasikan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 2 Februari 2024 | 19:42 WIB
Diskusi 'Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan, & Peternak', di Rumah Koalisi Perubahan, Jl Brawijaya X No 46. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu Rabu, 31 Januari 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Diskusi 'Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan, & Peternak', di Rumah Koalisi Perubahan, Jl Brawijaya X No 46. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu Rabu, 31 Januari 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM,JAKARTA -- Pasangan Calon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) memiliki peluang besar untuk mengubah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi badan usaha koperasi.

Hal ini karena menurut Undang-undang, BUMN hanya diharuskan memiliki badan hukum PT (Perseroan Terbatas).

Baca Juga: Kepala Dinas Koperasi UKM Kalbar: Sinkronisasi Kebijakan Terpadu Dorong Kemudahan Investasi

"Ini merupakan peluang bagi komitmen AMIN untuk melakukan perubahan, dengan menempatkan koperasi sebagai subjek. Jika ingin bersifat radikal, BUMN dapat dikoperasikan. Saat ini, seluruh BUMN memiliki badan hukum PT, dan sekarang bisa diubah menjadi badan hukum koperasi," ungkap Suroto PH, tokoh koperasi Indonesia, dalam diskusi "Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan, & Peternak" di Rumah Koalisi Perubahan, Jl Brawijaya X No 46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu, 31 Januari 2024.

Dalam catatan Suroto, koperasi sering kali dianggap sebagai mainan politik dari satu rezim ke rezim berikutnya.

Sebagai contoh dalam pemberian KUR, Suroto menggambarkan koperasi sebagai petinju kelas gurem yang berhadapan dengan perbankan kelas berat, seolah-olah seperti Mike Tyson.

"Pasti yang menang Tyson," katanya.

Baca Juga: Kadis Koperasi Kalbar Junaidi: Peningkatan Kompetensi UMKM Agar Mahir Mengakses Pasar Digital

Oleh karena itu, dengan mengkoperasikan BUMN secara radikal, koperasi dapat memberikan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia.

"Demokrasi tanpa ekonomi hanya akan menghasilkan oligarki."

Program yang memberikan kemudahan akses kredit, subsidi pupuk, dan subsidi lainnya, seringkali hanya berjalan dalam pola yang repetitif.

Sama seperti memberi jenis obat yang sama kepada orang yang sakit.

"Saya berharap calon presiden 01 dan 03 membangun komitmen terhadap ekonomi rakyat sebagai subjek."

Pakar koperasi, Dr Rino Sadanoer, juga memberikan catatan bahwa paradigma koperasi sebagai korban harus diubah.

Baca Juga: Wah di Singkawang hanya 14 Persen Koperasi Gelar RAT, Muslimin: Koperasi Wajib Selenggarakan Rapat Anggota

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X