Para Kardinal Sepakat Konklaf Pemilihan Paus Baru Dimulai 7 Mei 2025, Ternyata Begini Alasannya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 30 April 2025 | 10:14 WIB
Setangkai mawar putih diletakkan di atas batu nisan Paus Fransiskus di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma. (Foto screenshot Vatican Media)
Setangkai mawar putih diletakkan di atas batu nisan Paus Fransiskus di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma. (Foto screenshot Vatican Media)

* Kardinal Peter Erdo (Hongaria)

* Kardinal Willem Eijk (Belanda)

* Kardinal Anders Arborelius (Swedia)

* Kardinal Charles Bo (Myanmar)

* Kardinal Jean-Marc Aveline (Perancis)

Selain itu, nama-nama lain seperti Kardinal Fridolin Ambongo Besungu (Republik Demokratik Kongo), Kardinal Mario Grech (Malta), Kardinal Gerald Lacroix (Kanada), Kardinal Peter Turkson (Ghana), dan Kardinal Jose Tolentino de Mendonça (Portugal) juga disebut-sebut sebagai kandidat potensial.

Namun demikian, hasil konklaf seringkali tidak terduga.

Dalam konklaf 2013, Kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Argentina—yang sebelumnya tidak diunggulkan—justru terpilih dan kemudian dikenal sebagai Paus Fransiskus.

Lamanya konklaf tidak dapat dipastikan, tergantung pada proses musyawarah dan hasil pemungutan suara.

Konklaf tercepat dalam sejarah modern terjadi pada 2005, yang hanya berlangsung kurang dari 24 jam dan menghasilkan Paus Benediktus XVI.

Sebaliknya, konklaf terlama terjadi pada 1268 di Viterbo, Italia, yang berlangsung lebih dari dua tahun.

Dalam sejarah modern, konklaf terpanjang terjadi pada tahun 1740 yang berlangsung selama 181 hari dan menghasilkan Paus Benediktus XIV.

Konklaf tahun 2025 ini menjadi momen penting dalam sejarah Gereja Katolik dan akan menjadi sorotan dunia hingga nama Paus baru diumumkan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X