* Kardinal Peter Erdo (Hongaria)
* Kardinal Willem Eijk (Belanda)
* Kardinal Anders Arborelius (Swedia)
* Kardinal Charles Bo (Myanmar)
* Kardinal Jean-Marc Aveline (Perancis)
Selain itu, nama-nama lain seperti Kardinal Fridolin Ambongo Besungu (Republik Demokratik Kongo), Kardinal Mario Grech (Malta), Kardinal Gerald Lacroix (Kanada), Kardinal Peter Turkson (Ghana), dan Kardinal Jose Tolentino de Mendonça (Portugal) juga disebut-sebut sebagai kandidat potensial.
Namun demikian, hasil konklaf seringkali tidak terduga.
Dalam konklaf 2013, Kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Argentina—yang sebelumnya tidak diunggulkan—justru terpilih dan kemudian dikenal sebagai Paus Fransiskus.
Lamanya konklaf tidak dapat dipastikan, tergantung pada proses musyawarah dan hasil pemungutan suara.
Konklaf tercepat dalam sejarah modern terjadi pada 2005, yang hanya berlangsung kurang dari 24 jam dan menghasilkan Paus Benediktus XVI.
Sebaliknya, konklaf terlama terjadi pada 1268 di Viterbo, Italia, yang berlangsung lebih dari dua tahun.
Dalam sejarah modern, konklaf terpanjang terjadi pada tahun 1740 yang berlangsung selama 181 hari dan menghasilkan Paus Benediktus XIV.
Konklaf tahun 2025 ini menjadi momen penting dalam sejarah Gereja Katolik dan akan menjadi sorotan dunia hingga nama Paus baru diumumkan. ***
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Mengangkat Pater Bernardus Bofitwos Baru OSA, sebagai Uskup Timika, Begini Profil-nya
Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Pemakaman Akan Digelar Secara Sederhana Sesuai Wasiat
Paus Fransiskus Tutup Usia, Gereja Katolik Berduka, Ini Kata Ketua KWI
Prabowo: Selamat Jalan, Sri Paus
Pemuda Lintas Iman Indonesia Sampaikan Duka atas Wafatnya Paus Fransiskus, Begini Kata Duta Besar Vatikan Mgr Piero Pioppo
Tiga Romo Katolik Hadiri Istighosah dan Doa untuk Paus Fransiskus di PCNU Sekupang, Batam