Konklaf tahun ini diadakan setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 dan pemakamannya pada Sabtu, 26 April 2025 di Basilika Santa Maria Maggiore.
Dunia kini menanti siapa yang akan terpilih menjadi pemimpin baru Gereja Katolik.
Salah satu hal menarik dari konklaf adalah sifatnya yang sangat rahasia.
Tidak ada sistem pencalonan resmi, dan siapa pun di antara para kardinal elektor bisa terpilih menjadi Paus.
Para kardinal elektor bahkan bersumpah untuk tidak membocorkan jalannya konklaf. Pelanggaran sumpah tersebut dapat berujung pada ekskomunikasi.
Kandidat Unggulan (“Papabili”)
Meski tidak ada pencalonan resmi, media dan pengamat gereja biasanya menyebut sejumlah nama kardinal yang dianggap berpotensi terpilih atau papabili.
Saat ini, setidaknya terdapat 12 nama yang sering disebut, di antaranya:
* Kardinal Angelo Bagnasco (Italia)
* Kardinal Matteo Zuppi (Italia)
* Kardinal Robert Sarah (Guinea)
* Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina)
* Kardinal Malcolm Ranjith (Sri Lanka)
* Kardinal Pietro Parolin (Italia)
* Kardinal Pierbattista Pizzaballa (Yerusalem)
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Mengangkat Pater Bernardus Bofitwos Baru OSA, sebagai Uskup Timika, Begini Profil-nya
Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Pemakaman Akan Digelar Secara Sederhana Sesuai Wasiat
Paus Fransiskus Tutup Usia, Gereja Katolik Berduka, Ini Kata Ketua KWI
Prabowo: Selamat Jalan, Sri Paus
Pemuda Lintas Iman Indonesia Sampaikan Duka atas Wafatnya Paus Fransiskus, Begini Kata Duta Besar Vatikan Mgr Piero Pioppo
Tiga Romo Katolik Hadiri Istighosah dan Doa untuk Paus Fransiskus di PCNU Sekupang, Batam