Perjalanan 25 Tahun Imamat Romo Agustinus OCD, dari Pelayanan Suci hingga Keahlian Membuat Wine

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 10 September 2024 | 11:44 WIB
Romo Agustinus Keluli Manuk OCD, seorang anggota Ordo Karmel Tak Berkasut (Ordo Carmelitarum Discalceatorum), baru saja merayakan peringatan 25 tahun masa imamatnya pada tanggal 8 September 2024 di Gereja Stasi St Sisilia, Klungkung, Bali. (Dok. Pontianak Globe)
Romo Agustinus Keluli Manuk OCD, seorang anggota Ordo Karmel Tak Berkasut (Ordo Carmelitarum Discalceatorum), baru saja merayakan peringatan 25 tahun masa imamatnya pada tanggal 8 September 2024 di Gereja Stasi St Sisilia, Klungkung, Bali. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, BALI -- Romo Agustinus Keluli Manuk OCD adalah seorang anggota Ordo Karmel Tak Berkasut (Ordo Carmelitarum Discalceatorum).

Ia baru saja merayakan 25 tahun imamatnya pada 8 September 2024 di Gereja Stasi St Sisilia, Klungkung, Bali.

Baca Juga: Menular Hanya Lewat Kulit, Mpox Jadi Penyakit yang Cepat Tersebar di Dunia: Ini Upaya Pencegahannya di Indonesia

Perayaan ini diselenggarakan secara sederhana.

Hanya dihadiri oleh kerabat dekat dan tokoh gereja, termasuk Rm Felix Elavunkal OCD, Rm Agus Pera OCD, dan Dr Herman Hartanto, salah satu penatua gereja.

Dalam perayaannya, Romo Agus mengungkapkan kebahagiaannya sebagai seorang imam.

Menurutnya, seorang imam dalam bahasa Bali disebut "manusia setengah dewa" karena mampu menghadirkan Tuhan secara nyata melalui sakramen-sakramen.

Baca Juga: Mengupas Mpox atau Cacar Monyet Varian, Gejala, dan Langkah Pencegahan di Indonesia

Namun, ia juga mengingatkan bahwa seorang imam memiliki tanggung jawab besar, seperti yang dikatakan oleh Padre Pio: "Imam bisa membawa banyak orang ke surga, tetapi juga bisa membawa mereka ke neraka."

Selain dikenal sebagai imam, Romo Agus juga memiliki keahlian dalam pembuatan wine dan whiskey secara otodidak.

Ia memanfaatkan waktu luangnya saat studi di Roma untuk belajar membuat wine dari bahan-bahan alami seperti rumput dan dedaunan, bukan dari anggur. Keahliannya ini merupakan bagian dari tradisi Gunung Karmel, yang terkenal sebagai penghasil wine berkualitas.

Baca Juga: Haornas 2024 Menggugah Semangat Olahraga Nasional Menuju Prestasi Dunia

Dalam sambutannya, Romo Agus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung perayaan tersebut, termasuk umat Klungkung yang turut serta dalam pembangunan gereja.

Ia juga berharap dapat terus melayani Tuhan hingga merayakan ulang tahun imamat emasnya di masa depan.

ANGGUR DAN GUNUNG KARMEL

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X