Dear Capres, Ini Masukan untuk Pencegahan Ekstremisme dari INFID dan IRE

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 7 Desember 2023 | 10:23 WIB
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Institute for Research and Empowerment (IRE) merilis hasil penelitian tentang Capaian dan Keberlanjutan Kebijakan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme 2020-2024. (Pontianak Globe/Dok. IRE & INFID.)
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Institute for Research and Empowerment (IRE) merilis hasil penelitian tentang Capaian dan Keberlanjutan Kebijakan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme 2020-2024. (Pontianak Globe/Dok. IRE & INFID.)

Studi ini merumuskan rekomendasi pendekatan dan kerangka kerja seperti berikut:

Pada Pilar 1: aspek pencegahan. Keberadaan RAN PE agar berfokus pada pencegahan sehingga mampu membangun sistem ketahanan masyarakat melalui pendekatan ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, lingkungan, dan menciptakan sistem politik yang demokratis yang adil gender dan inklusif.

Implementasi program di pilar 1 juga penting memperhatikan aspek lokalitas dan pendekatan bina damai guna membangun kohesi sosial.

Pada Pilar 2: aspek penegakan hukum, perlindungan saksi dan korban, dan penguatan kerangka legislasi nasional.

Selain penting membangun sistem hukum yang kuat dengan pendekatan hukum yang berkeadilan dan berkemanusiaan, RAN PE juga perlu memikirkan pemulihan dampak khususnya bagi korban, tidak terbatas pada dampak psikologis dan fisik, melainkan juga membangun kembali ketahanan ekonomi dan sosial, khususnya bagi korban.

Selain itu, di samping penegakan hukum bagi pelaku, penting juga membangun kesadaran, kapasitas ekonomi dan sosial, sehingga terjadi perubahan di tingkat pelaku, sebagai bagian dari upaya disengagement, yang bertujuan memutus hubungan, komunikasi, dan keterikatan antara pelaku dengan jaringan terdahulunya dengan memastikan ketersediaan enabling environment bagi upaya pemutusan hubungan tersebut.

Pada Pilar 3, kemitraan dan kerjasama internasional.

RAN PE sudah memberi ruang kemitraan dan sinergi antarpihak.

Namun perlu diperluas dan diperkuat sehingga kolaborasi yang partisipatif dan bermakna dapat saling terhubung dan terkonsolidasi bukan hanya bersama OMS melainkan juga perguruan tinggi, pihak swasta, media dan lembaga internasional termasuk lembaga donor untuk berpartisipasi dalam perencanaan program, implementasi hingga melakukan studi dan evaluasi atas pelaksanaan RAN PE/RAD PE di tingkat lokal.

Selain partisipasi, juga perlu membangun sistem yang transparan dan akuntabel guna membangun rasa percaya dalam kerangka kemitraan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X