Menurut teman-temannya di Novisiat, Victorius seringkali belajar bahasa asing secara mandiri dan dengan tekun.
Ia hafal kosakata bahasa asing dan selalu membawa catatan kosakata tersebut ke mana pun ia pergi.
Oleh karena itu, ia sudah sangat lancar berbicara dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris, saat berada di Novisiat.
Baca Juga: Doa Malaikat Tuhan atau Doa Angelus versi Bahasa Inggris: Doa Katolik
Keterampilannya bahkan memungkinkan ia untuk menerjemahkan buku Legenda Perugia ke dalam bahasa Indonesia.
Setelah menjalani tahun kanonik selama satu tahun penuh, Victorius diizinkan untuk mengucapkan kaul perdananya di Biara Kapusin Parapat pada tanggal 2 Agustus 1990.
Pada acara itu, ia berada di hadapan Superior Regionis Sumatera Utara, P Barnabas Winkler OFMCap, dengan saksi dari P Savio Nederstigt OFMCap (saksi I) dan P Marinus Telaumbanua (Saksi II).
Pribadi Teladan
Menurut kesaksian para formator yang mengawasinya, baik di Rhetorica Pematangsiantar (1988-1989), Novisiat Parapat (1990-1991), maupun menjelang Kaul Kekal di Biara Kapusin Jalan Medan (1997), semuanya menilai bahwa Victorius adalah pribadi yang rajin, tekun, dan penuh semangat dalam bekerja.
Dia siap menerima tanggung jawab apa pun dan melaksanakannya dengan sepenuh hati.
Ia sangat serius dalam pendidikan dan selalu berusaha memahami pelajaran dengan mendalam.
Oleh karena itu, ia selalu berprestasi di kelas.
Victorius juga aktif, periang, seimbang, dan senang berolahraga.
Ia sangat mudah bergaul dengan siapa pun dan memiliki kemampuan menerima orang lain tanpa prasangka.
Artikel Terkait
Paus Minta Doa untuk Perdamaian dan Sinode
Imam Paroki Gaza Menceritakan Dua Panggilan Telepon dari Paus Fransiskus
Hamas dan Israel Berkonflik, Paus Fransiskus yang Sakit
Paus Fransiskus Sambut Kunjungan Yang Mulia Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa ke Vatikan
Paus Fransiskus Telepon Langsung Umat Katolik di Paroki Gaza, Begini Jeritan Hati Biarawati
Paus Meminta Perhatian Terhadap Krisis Kemanusiaan di Nagorno-Karabakh
Paus Fransiskus Angkat Fransiskus Nipa Sebagai Uskup Agung Koajutor Makassar, Begini Kiprahnya