Ia menilai konservasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar kawasan.
Menurut Gusti, pengembangan kawasan MATA PANDAWA juga berpotensi menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Kalbar pada 2025 mencapai 72,09, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional.
"Setiap angka dalam IPM mencerminkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu pembangunan harus mampu menghadirkan pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang berkualitas, serta kesempatan ekonomi yang merata," ujarnya.
Konservasi dan Ekonomi Hijau
Gusti menjelaskan, manfaat kawasan cagar biosfer tidak hanya dirasakan dari sisi pelestarian alam, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi hijau melalui pengembangan hasil hutan bukan kayu, agroforestri, jasa lingkungan, perdagangan karbon, hingga ekowisata.
Menurutnya, komoditas seperti madu hutan, tengkawang, rotan, bambu, tanaman obat, dan berbagai produk lokal harus memiliki nilai tambah melalui pengolahan, sertifikasi, pemasaran digital, dan akses pasar yang lebih luas.
"Dengan demikian, konservasi tidak menjadi beban masyarakat, tetapi justru menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan," katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan MATA PANDAWA sebagai calon Cagar Biosfer UNESCO memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dunia usaha, pemerintah desa, masyarakat adat, hingga komunitas lokal.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari status UNESCO semata, melainkan dari dampak nyata bagi masyarakat, seperti meningkatnya pendapatan warga, bertambahnya desa bebas kebakaran hutan, berkembangnya usaha lokal, serta membaiknya kualitas pendidikan dan kesehatan.
"Jika MATA PANDAWA hanya menjadi nama dalam dokumen, ia akan mudah dilupakan. Namun jika menjadi gerakan bersama, kawasan ini dapat menjadi fondasi pembangunan Kalimantan Barat yang lebih hijau, berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. ***