pontianak-insights

Viral! Pengantin di Bekasi Lapor WO Marwah ke Polisi, Gedung Kosong saat Akad Vendor Kabur, Resepsi Gagal Total

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:05 WIB
Pengantin di Bekasi yang jadi korban WO Marwah lapor Polisi. (Threads @meislvy - agyo_hadisuwarno )

PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Momen bahagia berubah menjadi kekecewaan mendalam. Pasangan pengantin di Bekasi, Aldy dan Feny, melaporkan wedding organizer (WO) Marwah Catering Service ke pihak kepolisian setelah acara pernikahan mereka diduga berantakan total.

Kasus ini viral setelah beredar video kondisi gedung pernikahan di Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Baca Juga: ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan 'Menara Babel'

Dalam video tersebut, gedung tampak kosong meski para tamu sudah berdatangan untuk menghadiri akad nikah.

Rekaman yang diunggah akun Threads @agyo_hadisuwarno memperlihatkan tidak adanya dekorasi, catering, maupun vendor yang seharusnya sudah siap di lokasi.

“WO Marwah, dia nipu. Ini semuanya nggak ada, vendornya kabur. Harusnya ada resepsi yang bagus, ada catering, dekorasi, semuanya nggak ada,” ujar perekam video tersebut.

Tak tinggal diam, pasangan pengantin akhirnya melaporkan WO Marwah ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu, 24 Mei 2026, usai acara akad yang tetap berlangsung tanpa resepsi.

“Saya baru sempat melaporkan pihak Marwah Catering ke Polres Jakarta Timur karena kemarin baru selesai akad dan masih mencari informasi,” kata Aldy.

Feny mengungkapkan bahwa ia awalnya mengenal WO Marwah melalui Instagram sebelum memutuskan mengambil paket pernikahan.

Baca Juga: Kedubes AS Luncurkan Pelatihan Guru di Bali untuk Dukung Bahasa Inggris Wajib di SD di Indonesia dan Timor Leste

Setelah melakukan pembayaran uang muka, ia juga mengikuti test food dan melakukan fitting busana pengantin sebanyak dua kali di kantor WO yang berada di Jakarta Garden City (JGC), Cakung.

“Setelah itu saya bayar bertahap sampai lunas. Pelunasan dilakukan awal April, lalu ada tambahan pembayaran tamu,” ungkapnya.

Namun, total biaya Rp85,5 juta yang sudah dibayarkan justru berujung pada kekecewaan.

Menurut Feny, pihak venue sempat menghubungi dirinya menjelang hari H untuk meminta pelunasan biaya sewa gedung.

“H-1 saya dihubungi pihak gedung, padahal saya merasa sudah lunas semua,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini