pontianak-insights

KWI Ingatkan Tantangan Bangsa: Dari Ketimpangan Sosial hingga Ancaman terhadap Demokrasi

Senin, 25 Mei 2026 | 15:53 WIB
Prabowo berbincang dengan Kardinal Suharyo yang juga Uskup Agung Jakarta (kiri), Ketua Presidium KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin yang juga Uskup Bandung (tengah), dalam satu kesempatan. (Dok. Pontianak Globe)

Masih tingginya kesenjangan sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa hasil pembangunan belum sepenuhnya menjangkau kelompok masyarakat di lapisan bawah.

Baca Juga: KWI Apresiasi Tradisi Banser Amankan NATARU

Karena itu, KWI mendorong agar kebijakan ekonomi lebih berpihak pada kepentingan rakyat kecil dan mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan.

Menurut para uskup, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat menikmati peningkatan kualitas hidup secara nyata.

Papua dan Proyek Strategis Nasional

Dalam seruan pastoral tersebut, KWI juga menyoroti kondisi masyarakat Papua yang masih menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.

KWI berpandangan bahwa penyelesaian masalah di Papua memerlukan pendekatan yang lebih mengedepankan dialog, penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, serta upaya membangun kepercayaan di antara seluruh pihak.

Selain itu, para uskup mengingatkan pentingnya melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan berbagai proyek strategis nasional.

Program pembangunan yang tidak didukung konsultasi dan partisipasi publik yang memadai berisiko menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

KWI mencontohkan sejumlah proyek pembangunan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan yang merugikan.

Menutup seruan pastoralnya, KWI mengajak seluruh komponen bangsa untuk kembali menghidupi semangat gotong royong sebagai salah satu kekuatan utama Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila, persaudaraan, dan solidaritas sosial dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Melalui kerja sama dan dialog yang terbuka, bangsa Indonesia diyakini mampu menjaga persatuan sekaligus mewujudkan pembangunan yang lebih berkeadilan.

KWI juga mengingatkan pesan yang mengajak umat manusia membangun jembatan persaudaraan melalui dialog dan perjumpaan, serta semangat yang pernah ditegaskan mengenai pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman.

“Kebangkitan nasional harus menjadi momentum untuk memastikan tidak ada warga bangsa yang tertinggal dalam perjalanan pembangunan Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan KWI dalam seruan pastoral tersebut. ***

Halaman:

Tags

Terkini