pontianak-insights

Perahu, Air Mata, dan Pengakuan

Jumat, 8 Mei 2026 | 12:06 WIB
Foto ilustrasi dibuat dengan AI.

“Aku tidak mengenal-Nya.”

Aku memejamkan mataku.

Tanganku gemetar.

Aku yang selalu mengira diriku tegar. Padahalnya aku hanya keras kepala, dan pecah tanpa dentuman apa-apa.

“Dia menyalakan api!” teriak seseorang yang ada di pantai.

Aku pelan-pelan membuka kedua mataku.

Asap tipis membubung ke udara.

Aku melangkah lagi.

Pelan.

Seperti si lumpuh yang belajar berjalan kembali setelah dipulihkan.

Ketika aku menapaki bibir pantai, kawan seperahuku sudah duduk melingkar di sana.

Ikan dipanggang di atas bara. Aromanya menerbitkan rasa lapar. Hangat, seperti suasana rumah.

Dia berdiri sedikit menjauh.

Aku menghentikan beberapa langkah dari-Nya. Cukup dekat. Bahkan terlalu dekat, sehingga aku tak lagi punya alasan untuk tidak mengenal-Nya. Seketika tungkaiku terasa lemah. Aku jatuh berlutut di atas pasir yang basah. Aku terlambat…

***

Halaman:

Tags

Terkini