“Aku tidak mengenal-Nya.”
Aku memejamkan mataku.
Tanganku gemetar.
Aku yang selalu mengira diriku tegar. Padahalnya aku hanya keras kepala, dan pecah tanpa dentuman apa-apa.
“Dia menyalakan api!” teriak seseorang yang ada di pantai.
Aku pelan-pelan membuka kedua mataku.
Asap tipis membubung ke udara.
Aku melangkah lagi.
Pelan.
Seperti si lumpuh yang belajar berjalan kembali setelah dipulihkan.
Ketika aku menapaki bibir pantai, kawan seperahuku sudah duduk melingkar di sana.
Ikan dipanggang di atas bara. Aromanya menerbitkan rasa lapar. Hangat, seperti suasana rumah.
Dia berdiri sedikit menjauh.
Aku menghentikan beberapa langkah dari-Nya. Cukup dekat. Bahkan terlalu dekat, sehingga aku tak lagi punya alasan untuk tidak mengenal-Nya. Seketika tungkaiku terasa lemah. Aku jatuh berlutut di atas pasir yang basah. Aku terlambat…
***
Artikel Terkait
Contoh Puisi Memperingati Hari Guru Nasional
Contoh Puisi Perayaan Imlek 2024 oleh Siswa Kelas 1 SD, agar Perayaan Imlek 2024 Tahun Naga Kayu Semakin Semarak
Contoh Puisi Perayaan Imlek 2024 oleh Siswa Kelas 1 SD, Sederhana Namun Penuh Makna dan Nilai Persahabatan
Bengkel Sastra Puisi 2024: Upaya Setara Tingkatkan Kualitas Penulis Kalbar
Lomba Tarung Puisi Jelang HUT RI Ke-80
Kunang-kunang, Tonggeret, dan Puisi