Beberapa orang tersenyum seperti mengejek.
“Airnya sama saja,” kata seorang kawan.
Aku hampir mengangguk.
Tapi entah kenapa, tanganku sudah bergerak.
“Ayo kita kembali menjala,” kataku.
Perahu memutar menjauhi pantai. Dikayuh dengan lunglai. Menuju tempat terdalam.
“Di sini,” ujarku tanpa semangat.
Jala dilemparkan. Ia mengembang, lalu tenggelam. Permukaan danau bergetar. Jalinan jala itu meluncur deras, seakan ditarik sesuatu.
“Tarik!”
Tali jala menegang di tangan. Seratnya melukai kulit telapak tanganku yang lecet.
Terasa berat.
Sungguh berat. Semakin ditarik, semakin menahan.
Ketika jala itu mulai terlihat, ikan-ikan berkilau di dalamnya. Sisiknya memantulkan cahaya pagi yang baru muncul. Perahu kami miring oleh beratnya. Air berlomba masuk perahu.
“Pegang! Jangan dilepas!”
Kami menariknya bersama-sama. Napasku memburu. Tanganku gemetar.
Artikel Terkait
Contoh Puisi Memperingati Hari Guru Nasional
Contoh Puisi Perayaan Imlek 2024 oleh Siswa Kelas 1 SD, agar Perayaan Imlek 2024 Tahun Naga Kayu Semakin Semarak
Contoh Puisi Perayaan Imlek 2024 oleh Siswa Kelas 1 SD, Sederhana Namun Penuh Makna dan Nilai Persahabatan
Bengkel Sastra Puisi 2024: Upaya Setara Tingkatkan Kualitas Penulis Kalbar
Lomba Tarung Puisi Jelang HUT RI Ke-80
Kunang-kunang, Tonggeret, dan Puisi