PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Popularitas podcast terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun membuat podcast yang menarik ternyata tidak sesederhana merekam percakapan dan mengunggahnya ke internet.
Baca Juga: Doom Spending, Mengapa Gen Z Sengaja Boros saat Stres dan Cara Ngeremnya Tanpa Siksaan
Mentor podcast PKSN XIII, Jose Marwoto, mengatakan kekuatan sebuah podcast terletak pada kemampuannya menghadirkan percakapan yang hidup dan natural.
Menurut Jose, banyak podcaster pemula terjebak menjadikan podcast sebagai sesi wawancara formal yang penuh daftar pertanyaan.
Padahal pendengar lebih menyukai percakapan yang mengalir dan mampu menghadirkan pengalaman pribadi narasumber.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.800! Haruskah Gen Z Panik atau Malah Saatnya Borong Dolar?
“Podcast yang baik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan cerita yang mampu membuat pendengar terlibat secara emosional,” ujarnya.
Dalam workshop PKSN XIII, peserta diminta memproduksi podcast dan mempresentasikan hasilnya untuk dievaluasi bersama.
Dari proses tersebut, peserta belajar bahwa kemampuan host menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas sebuah podcast.
Host harus mampu mendengarkan, menggali cerita, serta membangun kenyamanan agar narasumber dapat berbicara secara terbuka.
Bagi Gereja, podcast dinilai memiliki peluang besar sebagai sarana komunikasi yang dekat dengan generasi muda.
Melalui format audio yang santai dan fleksibel, berbagai tema dapat dibahas secara lebih mendalam, mulai dari refleksi iman hingga isu sosial kemasyarakatan. ***
Artikel Terkait
Ganti ‘Ngopi Cantik’ Jadi ‘Ngopi Tiam’ Begini Trik Anak Muda Pontianak Amankan Dana Darurat Tanpa Kehilangan Vibe
Jangan Asal Ikut-Ikutan, Panduan Membaca 'Rapor' Saham Konsumer Buat Pemula Sebelum Klik Tombol Beli
Gym Membership vs Olahraga Gratis di Taman Digulis: Mana Investasi Kesehatan yang Paling Ramah UMK?
Tak Sekadar Ngonten, Ini Strategi Komsos Agar Pesan Mendunia
Kornelius Purba: Jurnalisme Gereja Harus Membawa Harapan
Mentor PKSN XIII Bongkar Kesalahan Umum Kreator Konten Pemula